Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira, Tiga Komoditas Utama di Provinsi Banten Memasuki Masa Panen

📅 Rabu, 17 Jan 2024, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Tiga Komoditas Utama di Provinsi Banten Memasuki Masa Panen Doc: ANTARA/HO-Dokumen Pemprov Banten
Ket. Pj Gubernur Banten saat lakukan panen padi di Kabupaten Serang, Banten, beberapa waktu lalu.

Serang - kabar gembira, Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mencatat pada Januari 2024 ini puluhan hektare tiga komoditas utama penyumbang inflasi yakni bawang merah, cabe merah dan padi mulai memasuki masa panen.

Kepala Distan Provinsi Banten Agus M Tauchid di Serang, Banten, Selasa, mengatakan dengan mulainya masa panen ini keseimbangan antara permintaan dengan pasokan di pasaran akan terjaga dengan baik, sehingga harga menjadi kembali normal dan inflasi bisa terkendali.

"Panen raya tiga komoditas itu tersebar di beberapa titik di Provinsi Banten seperti Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang," katanya.

Untuk bawang merah pada Januari 2024 ini diproyeksikan akan panen raya sekitar 40,4 hektare atau setara 268,13 ton.

"Kami sudah minta kepada Bulog untuk pendampingan dan mengecek ke lapangan," ungkapnya.

Selanjutnya, ia mengatakan, untuk komoditas cabai, ada cabai rawit dan cabai besar. Untuk cabai rawit, proyeksi panen yang akan dilakukan seluas 23,24 hektare atau setara 203 ton, sedangkan, untuk cabai besar sekitar 52,7 hektare atau setara 470 ton.

"Ini juga sudah kita sampaikan kepada ABM, jadi kita berikan data 'by name by address' serta titik koordinat dimana lokasi panen akan terjadi," katanya.

Hal yang sama untuk proyeksi panen padi yang berdasarkan hasil verifikasi di lapangan potensi produksi padi pada Januari 2024 diperkirakan sebesar 73.132 ton GKG atau setara 46.421 ton beras.

"Dan pada Februari diperkirakan produksi padi sebesar 130.584 ton GKG atau setara 82.569 ton," imbuhnya.

Sedangkan, tambah Agus, pada bulan Maret 2024 produksi beras di Provinsi Banten diperkirakan akan mengalami surplus sebesar 92.661 ton dengan potensi produksi sebesar 335.820 ton GKG atau setara 212.339 ton beras.

"Hal itu dipengaruhi dari realisasi tanam kita di bulan Desember 2023 yang mencapai 59.763 hektare," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.