Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Impor Beras Hanya Solusi Sementara

📅 Rabu, 17 Jan 2024, 09:23 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Impor Beras Hanya Solusi Sementara Doc: istimewa

JAKARTA - Impor beras sepanjang 2023 tercatat salah satu terbesar dalam sejarah karena tertinggi dalam lima tahun terakhir. Kenaikannya sangat signifikan sebesar 613 persen atau lebih dari tiga juta ton.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, menilai impor bukanlah solusi untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP). "Impor hanya solusi sementara makanya swasembada pangan harus dilakukan," tegasnya ketika dihubungi Koran Jakarta, Senin (15/1).

Dia menegaskan pentingnya istilah kedaulatan pangan ketimbang ketahanan pangan. Sebab, kedaulatan pangan artinya mengandalkan produksi domestik, tetapi kalau ketahanan pangan bisa dari solusi sementara seperti impor. "CBP yang bersumber dari impor itu ialah solusi sementara yang manfaatnya tidak bisa bertahan lama," tandasnya.

Esther mengatakan solusi dari berbagai persoalan beras di dalam negeri adalah peningkatan produksi dengan mempercepat tanam padi serta melibatkan swasta untuk menggenjot produksi.

Senada, Peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda, menilai upaya pemerintah untuk memperkuat CBP sebagai pilihan tepat dan strategis. Namun, dia menyayangkan jika sumbernya dari impor. "Memang jelang pemilu impor pangan itu cenderung meningkat. Padahal mestinya CBP itu mengandalkan beras produksi lokal, bukan impor," tegasnya.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor beras naik ke level tertinggi selama lima tahun terakhir. Kenaikannya mencapai 613,61 persen. Pangsa pasar serealia, termasuk beras, terhadap total impor sebesar 2,26 persen, meningkat sekitar satu miliar dollar AS dibandingkan pada 2022.

"Selama lima tahun terakhir impor beras pada 2023 ini merupakan yang terbesar yakni 3,06 juta ton atau meningkat 613,61 persen dibandingkan 2022," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers, Senin (15/1).

Berdasarkan data BPS, impor beras pada 2019 sebesar 444,51 ribu ton, lalu pada 2020 sebesar 356,29 ribu ton dan pada 2021 sebesar 407,74 ribu ton. Kemudian, meningkat lagi menjadi 429,21 ribu ton pada 2022 dan menjadi paling besar sepanjang tahun lalu.

Beras Thailand

Adapun impor terbesar beras Indonesia pada tahun lalu paling banyak dari Thailand sebesar 1,38 juta ton atau mencakup 45,12 persen dari total beras impor. Terbesar kedua dari Vietnam sebesar 1,14 juta ton atau 37,47 persen dari total impor.

Kemudian, tertinggi ketiga dari Pakistan sebesar 309 ribu ton atau mencakup 10,10 persen dan dari Myanmar sebesar 141 ribu ton atau 4,61 persen dari total impor dalam negeri.

Jika dilihat menurut hs 8 digitnya, impor beras tahun 2023 tercatat sebesar 3,06 juta ton Ini didominasi oleh semi milled or wholly milled rice (hs10063099) sebesar 2,7 juta ton dengan pangsa pasar 88,18 persen.

Sementara itu, negara asal impor sepanjang 2023, terdapat tiga besar negara asal utama impor berturut-turut berdasarkan pangsa pasarnya, yaitu Tiongkok yaitu 28,02 persen, Jepang 7,41 persen dan Thailand 4,57 persen. Komoditas yang paling banyak diimpor Indonesia dari Tiongkok berupa gawai pintar (smartphone) dengan nilai 1,95 miliar dollar AS, atau 3,14 persen dari total impor dari Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Asean Harapkan Kemajuan dal...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.