Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Temukan Jejak Kimia dalam Otak saat Orang Jatuh Cinta

📅 Senin, 15 Jan 2024, 05:27 WIB | Oleh:
Ilmuwan Temukan Jejak Kimia dalam Otak  saat Orang Jatuh Cinta Doc: Istimewa
Ket. Pasangan saat matahari terbenam.

BOULDER - Apa yang terjadi di otak kita ketika kita melihat seseorang yang kita cintai? Atau saat kita melakukan segala hal demi dia ?

Sekarang para ilmuwan punya jawabannya. Tim ahli saraf di Universitas Colorado di Boulder (CU Boulder), baru-baru ini telah mendeteksi jejak kimia dalam otak manusia yang muncul jika seseorang memiliki perasaan tersebut.

"Apa yang kami temukan, pada dasarnya, adalah tanda biologis dari hasrat yang membantu kita menjelaskan mengapa kita ingin bersama beberapa orang lebih dari orang lain," kata Zoe Donaldson, profesor ilmu saraf perilaku di CU Boulder, dalam sebuah pernyataan.

"Sebagai manusia, seluruh dunia sosial kita pada dasarnya ditentukan oleh tingkat keinginan selektif yang berbeda-beda untuk berinteraksi dengan orang yang berbeda, baik itu pasangan romantis atau teman dekat Anda," tambahnya.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa orang-orang tertentu meninggalkan jejak kimia unik di otak kita yang mendorong kita untuk mempertahankan ikatan ini dari waktu ke waktu."

Dalam studi mereka, Donaldson dan rekannya menyelidiki jalur saraf yang terlibat dalam interaksi ini menggunakan teknologi neuroimaging canggih pada tikus padang rumput.

Dilansir oleh Newsweek, hewan berbulu halus ini mungkin tidak tampak seperti model romansa manusia, namun tikus padang rumput sebenarnya telah dipelajari secara ekstensif dalam bidang ikatan sosial.

Hal ini disebabkan oleh kuatnya hubungan monogami yang dimiliki spesies ini (yang, selain manusia, sebenarnya sangat jarang terjadi pada mamalia.)

Tim melacak aktivitas di bagian otak tikus padang rumput yang terlibat dalam memotivasi kemudian mencari imbalan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa area yang sama pada manusia akan menyala ketika kita memegang tangan pasangan kita.

Dua percobaan dilakukan pada tikus, keduanya melihat seekor hewan terpisah dari pasangan hidupnya, dan harus menjalani serangkaian tantangan untuk menjangkau mereka.

Pada pengujian pertama, tikus dipisahkan oleh pintu yang dikendalikan tuas. Yang kedua, mereka dipisahkan oleh pagar yang bisa dipanjat.

Sensor serat optik ditanam di otak tikus yang "menyala seperti tongkat cahaya" ketika mereka mendeteksi dopamin, sebuah molekul yang diketahui memediasi respons penghargaan dan kesenangan di otak, jelas penulis makalah Anna Pierce.

Dan, sensor tersebut menyala ketika tikus tersebut mendorong tuas atau memanjat dinding dan bertemu kembali dengan pasangannya.

Namun, dinamika dopamin yang sama tidak terlihat ketika ada tikus acak yang berada di sisi lain penghalang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.