Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

William Lai Terpilih sebagai Presiden Taiwan

📅 Minggu, 14 Jan 2024, 08:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
William Lai Terpilih sebagai Presiden Taiwan Doc: CNA/AP/Louise Delmotte
Ket. William Lai Ching-te (tengah) merayakan kemenangannya dalam pemilihan presiden Taiwan bersama pasangannya Hsiao Bi-khim (kanan) di Taipei pada 13 Januari 2024.

TAIPEI - Perdamaian diberikan kepada pihak oposisi dan juga Tiongkok, itulah yang dilakukan oleh pemimpin Taiwan yang baru terpilih William Lai Ching-te dalam pidato pertamanya setelah mengamankan kursi kepresidenan Partai Progresif Demokratik (DPP) yang mendukung kemerdekaan pada Sabtu (13/1).

Dalam pidato kemenangannya yang disampaikan pada konferensi pers pada pukul 20.30 malam, ia mengatakan: "Di bawah prinsip martabat dan kesetaraan, kami akan menggunakan pertukaran untuk menggantikan hambatan, dialog untuk menggantikan konfrontasi, dan dengan percaya diri mengupayakan pertukaran dan kerja sama dengan Tiongkok.

"Hal ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua sisi Selat Taiwan dan mencapai tujuan perdamaian dan kemakmuran bersama."

Lai meraih 40,05 persen suara, mengungguli Hou Yu-ih dari Partai Kuomintang (KMT) dengan 33,49 persen, dan Dr Ko Wen-je dari Partai Rakyat Taiwan (TPP) dengan 26,46 persen, menurut Komisi Pemilu Pusat.

Lai, mantan walikota Tainan, adalah pendukung kemerdekaan Taiwan.Saingan dan pengkritiknya mengatakan pemilihannya akan membahayakan Taiwan dan mengancam perdamaian dengan Tiongkok.

Namun kemenangannya bukanlah suatu kejutan, mengingat wakil presiden berusia 64 tahun itu telah memimpin dalam jajak pendapat beberapa bulan sebelum Hari Pemungutan Suara.

Saingannya mengakui kekalahan empat jam setelah pemungutan suara ditutup, namun Lai mungkin menghadapi perjuangan berat karena DPP akan kehilangan mayoritas legislatifnya.

KMT memperoleh kursi legislatif terbanyak, 52 dari 113, namun gagal mencapai mayoritas.DPP meraih 51 kursi dan TPP meraih delapan kursi.Dua kursi dimenangkan oleh kandidat independen.

Lai menggantikan presiden yang akan keluar, Tsai Ing-wen, yang tidak dapat mencalonkan diri kembali setelah menjabat dua periode berturut-turut.

Di markas kampanye KMT, Hou membungkuk meminta maaf kepada para pendukungnya."Saya merasa usaha saya tidak cukup," katanya.

"KMT bersatu dari atas ke bawah, dengan persatuan yang belum pernah terjadi sebelumnya di berbagai kelas dan wilayah.Sayangnya, kami tidak dapat mencapai perubahan dalam pemerintahan."

Dr Ko mengatakan kepada pendukung TPP, yang beberapa di antaranya menangis, untuk tidak melihat hasil tersebut sebagai kekalahan dalam pidato konsesinya.

"Anda boleh depresi malam ini, tapi ingatlah untuk tetap semangat besok, karena kita harus terus bekerja keras untuk masa depan kita. Kita hanya punya satu Taiwan."

Arti Kemenangan Lai

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.