“Port Royal', Kota Bajak Laut yang Tenggelam
📅 Jumat, 12 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoSetelah gempa dan tsunami, masa kejayaan Port Royal berakhir. Masyarakat setempat menganggap kehancuran tersebut sebagai akibat dari hukuman ilahi yang menimpa penduduk Port Royal atas perbuatan dosa mereka.
Keberadaan Port Royal hanya ada selama 37 tahun sebelum hancur akibat gempa bumi. Tempat ini dikenal sebagai salah satu dari sedikit situs bencana. Ciri-ciri dan materi budaya yang tersisa dapat ditemukan kurang lebih tidak terganggu, terpelihara oleh lingkungan bawah air yang minim oksigen.
Meskipun beberapa wilayah di kota tersebut hancur akibat gempa bumi, hanya menyisakan tumpukan puing-puing, sebagian wilayah lainnya tenggelam begitu saja ke laut, dan hampir seluruhnya masih utuh. Bahkan waktu pasti terjadinya gempa dapat ditentukan setelah ditemukannya jam saku di reruntuhan pada 1960 oleh Edward Link.
Pentingnya situs arkeologi bawah air Port Royal terletak pada kenyataan bahwa gempa tersebut melestarikan banyak aspek kehidupan sehari-hari penduduknya pada saat itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kumpulan bangunan bawah air yang digali di kota yang tenggelam adalah contoh yang sangat baik dari ansambel arsitektur yang mewakili kehidupan sehari-hari di kota pelabuhan kolonial. Menggabungkan dokumen sejarah dengan penggalian bawah air telah memungkinkan munculnya rekonstruksi terperinci dari tahap penting dalam sejarah manusia ini," papar UNESCO.
"Studi tentang bangunan dan lanskap telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman perencanaan kota, arsitektur, pola makan, aktivitas memasak, dan aspek kehidupan sehari-hari pada abad ke-17," imbuh lembaga PBB itu.
Pada 1999, pemerintah Jamaika membangun kembali kota nelayan kecil tersebut sebagai tujuan wisata warisan budaya untuk melayani kapal pesiar. Rencananya adalah memanfaatkan warisan unik Port Royal dengan temuan arkeologis dari tahun-tahun pra-kolonial sebagai atraksi wisata. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!