Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Asean-6 Diperkirakan Tumbuh 4,7%

📅 Jumat, 12 Jan 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekonomi Asean-6 Diperkirakan Tumbuh 4,7% Doc: ISTIMEWA
Ket. Association of Southeast Asian Nations (Ase­an)

JAKARTA - DBS Macro Research memprediksi perekonomian Asean-6 akan pulih dan tumbuh 4,7 persen secara tahunan pada 2024, setelah melambat 4,2 persen pada 2023. Peningkatan kembali pertumbuhan itu didukung siklus penjualan barang elektronik yang sudah mencapai titik terendah dan pulihnya sektor pariwisata.

Ekonom Senior DBS Bank, Radhika Rao, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, baru-baru ini, mengatakan Asean-6, menurut riset DBS, merujuk pada enam negara anggota pendiri Association of Southeast Asian Nations (Asean), yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

DBS Macro Research juga memperkirakan pemulihan perjalanan internasional dan pariwisata terus berlanjut pada 2024 namun lebih moderat. Di sisi lain, inflasi di Asean-6 diperkirakan menurun sepanjang 2023. Secara umum, inflasi akan terkendali sesuai target khususnya negara yang menetapkan jangkar inflasi.

"Makanan dan bahan bakar sama-sama menyumbang setidak-tidaknya 50-60 persen ke keranjang inflasi harga konsumen akan menjadi kunci bagi dinamika inflasi regional," kata Radhika.

Dia juga menyoroti tiga faktor penting yang akan mempengaruhi kebijakan Asean pada 2024, yaitu inflasi domestik, stabilitas keuangan, dan prospek kebijakan global.

"Pengetatan moneter proaktif, yang dimulai pada 2022 dan berakhir pada 2023, membantu menjaga ekspektasi inflasi regional dan menahan dampak susulan dari gangguan pasokan," kata Radhika.

Di kawasan, Radhika mengungkapkan dampak tertunda dari pengetatan moneter kumulatif kemungkinan akan terus menahan tekanan inflasi inti dan mendorong stabilitas harga.

Pada kesempatan terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Miguel Angel Esquivias, mengatakan sektor pariwisata turut berperan dalam pemulihan perekonomian Asean termasuk Indonesia, seiring pemulihan daya beli, peningkatan integrasi kawasan, dan adanya persaingan harga yang dapat menarik minat wisatawan.

"Arus bebas barang, jasa, dan modal yang lebih terintegrasi berdasarkan Asean Free Trade Agreement secara signifikan mendukung mobilitas wisatawan di kawasan. Pariwisata intra-regional telah berkembang lebih cepat dibandingkan perjalanan ekstra-regional, hal ini menunjukkan dampak positif dari upaya integrasi regional," kata Miguel.

Selain itu, daya saing harga juga menarik lebih banyak wisatawan asing, mengingat harga yang kompetitif di kawasan Asean, ini dapat menyebabkan arus masuk wisatawan yang lebih besar ke Asean, yang mencerminkan efek substitusi.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, YB. Suhartoko, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 ini tidak akan jauh berbeda dengan 2023, sekitar 5-5,2 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.