Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Retno: Satu Dekade Diplomasi Hasilkan 27 Perjanjian Ekonomi

📅 Senin, 08 Jan 2024, 16:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu Retno: Satu Dekade Diplomasi Hasilkan 27 Perjanjian Ekonomi Doc: ANTARA/Kemlu RI
Ket. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

BANDUNG - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan diplomasi Indonesia selama satu dekade kepemimpinan Presiden Joko Widodo menghasilkan 27 perjanjian perdagangan dan ekonomi, baik dalam bentuk PTA, FTA, CEPA, maupun RCEP.

Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2024 yang diselenggarakan di Gedung Merdeka, Bandung, pada Senin, Retno menyebut kerja sama tersebut dijalin antara lain dengan Korea Selatan, Australia, Mozambik, Uni Emirat Arab, dan Cile.

"Selama hampir sepuluh tahun terakhir, diplomasi ekonomi menjadi prioritas utama. Tujuannya jelas yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi, memajukan kesejahteraan rakyat, dan meningkatkan kemandirian bangsa," kata Menlu Retno.

Dia menjelaskan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia terus dijalankan di tengah situasi dunia yang penuh tantangan, mulai dari perang dagang AS-Tiongkok, pandemi Covid-19, hingga perang Russia-Ukraina.

Rivalitas geopolitik yang memanas, maraknya proteksionisme, dan pendekatan me-first policy juga menambah kompleks tantangan diplomasi ekonomi.

Di tengah situasi sulit tersebut, ujar Menlu Retno, diplomasi ekonomi Indonesia terus bekerja untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Perdagangan Indonesia dengan dunia pada Januari-November 2023 tercatat sebesar 439 miliar dollar AS, atau meningkat 24 persen dibandingkan nilai perdagangan pada 2014 sebesar 355 miliar dollar AS.

Sementara itu, investasi asing yang masuk ke Indonesia periode Januari-September 2023 senilai 37 miliar dolar AS juga meningkat 32 persen dibandingkan realisasi investasi asing sebesar 28,5 miliar dolar AS pada 2014.

Selain itu, Retno menyebut berbagai inisiatif baru yang diluncurkan untuk memperkuat kemitraan ekonomi dan pembangunan dengan berbagai kawasan, salah satunya Indonesia-Africa Forum (IAF) dan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) untuk kawasan Afrika.

Hubungan dengan kawasan ini juga diperkuat dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke empat negara Afrika pada Agustus 2023, yang menghasilkan 33 kesepakatan senilai lebih dari 4 miliar dollar AS.

Indonesia juga menyelenggarakan Indonesia-Latin America and the Caribbean Business Forum (INA-LAC) untuk merangkul kawasan Amerika Latin dan Karibia, Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) untuk kawasan Eropa, Indo-Pacific Forum for Development (IPFD) untuk kawasan Pasifik, serta KTT Archipelagic and Island States (AIS) Forum untuk negara pulau dan kepulauan.

Lebih lanjut, Menlu Retno menjelaskan peran diplomasi ekonomi Indonesia di forum PBB, G20, dan ASEAN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.