Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kisah Orang Tugutil di Pedalaman Halmahera yang Terimpit Raksasa Tambang dan Kayu

📅 Senin, 01 Jan 2024, 11:46 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kelompok pertama adalah Orang Tugutil yang masih tinggal di dalam hutan dan mayoritas kegiatannya banyak dilakukan di sana. Sementara kelompok kedua adalah Orang Tugutil yang sudah tinggal di perkampungan.

Alam khususnya hutan dan sungai adalah ruang Orang Tugutil memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti berburu, mengumpulkan makanan secara berpindah-pindah. Mereka berkebun secara sederhana dengan tanaman umbi-umbian seperti kasbi (singkong), batatas (keladi) dan nanas.

Sementara itu, kebutuhan protein hewani sehari-hari Orang Tugutil di hutan diperoleh dengan berburu hewan liar (rusa, babi, kuskus), telur burung gosong dan menangkap ikan atau udang di sungai.

Keterikatan Orang Tugutil terhadap alamnya-berdasarkan penelitian oleh M. Nasir Tamalane dari Universitas Khairun Ternate dan tim-ditunjukkan dengan konsep pohon kelahiran (tree of birth) dan pohon kematian (tree of death). Ketika ada kelahiran, Orang Tugutil akan menanam pohon sejenis duku (Lansium domesticum) dan seleguri (Sida rhombifolia). Sementara, untuk kematian jenis pohon yang ditanam adalah sejenis tanaman bambu (Bambusa glaucescens) dan nangka (Artocarpus heterophyllus).

Orang Tugutil cenderung tidak menebang pohon untuk kayu bakar, mereka memanfaatkan dahan dan ranting pohon yang jatuh.

Orang Tugutil tidak memiliki struktur hierarki kepemimpinan-berbeda dengan kelompok berburu dan meramu lainnya, seperti Orang Rimba. Studi etnologi oleh Mawikere dan Hura dari Institut Agama Kristen Negeri Manado mengungkapkan bahwa Orang Tugutil tidak mengenal struktur seperti kepala suku.

Berdasarkan penuturan Kepala Desa Lili di Halmahera Timur, Orang Tugutil mengenal o dimono atau laki-laki yang dituakan di dalam kelompok. Studi Mawikere dan Hura menyatakan bahwa setiap o tau moi (kesatuan rumah) di bawah kepemimpinan o dimono harus berusaha dan bertanggung jawab memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial dan rohani anggota keluarganya.

Dilema perubahan Orang Tugutil

Keberadaan perusahaan tambang dan perusahaan kayu yang semakin ekspansif merebut zona jelajah Orang Tugutil. Daerah jelajah yang semakin berkurang menurunkan kualitas hidup mereka di dalam hutan. Akhirnya, secara bergelombang Orang Tugutil keluar dari hutan, bermukim seperti masyarakat pada umumnya.

Kegiatan pertambangan dan penggalian adalah kontributor terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Halmahera Timur yaitu sebesar 37% pada 2021. Angka ini meningkat dari 24,95% pada 2016. Sebagian besar kegiatan pertambangan dan penggalian ini dilakukan di lahan yang sebelumnya berhutan.

Bagi Orang Tugutil yang masih tinggal di hutan, kebutuhan sehari-hari semakin sulit terpenuhi. Ruang hidup yang semakin sempit membuat interaksi dengan dunia luar tidak bisa dihindari. Walhasil, mereka semakin banyak mengalami intervensi dan ketergantungan dengan produk luar.

Kami berkesempatan mengunjungi Orang Tugutil di Lembah Gogaili, Desa Iga, Kecamatan Wasile Utara. Di sana, kami bertemu seorang anak yang sudah berpakaian lengkap berusia sekitar 15 tahun, sementara kedua orang tuanya pergi berburu.

Di hunian tersebut kami menemukan gula, garam dan minyak goreng ada di tengah dapur mereka, bahkan terkadang anak mereka yang sudah bermukim di kampung berkunjung membawakan sayuran yang dibeli di warung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

47 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

53 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.