Korut Ingin Ganggu Pemilu AS-Korsel
📅 Sabtu, 30 Des 2023, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/KCNA VIA KNS
SEOUL - Badan mata-mata Korea Selatan (Korsel) mengatakan pihaknya memperkirakan Korea Utara (Korut) akan melancarkan provokasi militer dan dunia maya tahun depan ketika rezim Kim Jong-un berupaya meningkatkan profilnya selama kampanye pemilu di Amerika Serikat (AS) dan Korsel.
"Korut dalam beberapa bulan terakhir menunjuk para pelaku provokasi untuk menduduki posisi-posisi penting, yang mengindikasikan bahwa Pyongyang akan menyoroti kekuatan militernya ketika para pemilih di Korsel memilih anggota parlemen baru pada April dan AS mengadakan pemilihan presiden," ungkap Badan Intelijen Nasional (NIS) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (28/12).
Badan intelijen Korsel sebelumnya jarang mengeluarkan pernyataan publik mengenai ancaman keamanan dari negara tetangganya itu, dan penilaian mereka dilakukan ketika Kim Jong-un memimpin pertemuan penetapan kebijakan akhir tahun partai berkuasa di mana ia berjanji untuk memperluas persenjataan senjata nuklir negaranya.
"Mempertimbangkan perilaku Korut di masa lalu dan tingkat ancamannya baru-baru ini terhadap Korsel, kami melakukan segala upaya untuk memberikan peringatan dini dan kesiapsiagaan dengan kementerian terkait karena provokasi Pyongyang diperkirakan akan terjadi pada awal tahun ini," kata NIS dalam pernyataannya.
Korut diketahui mempunyai kebiasaan melakukan uji coba misil balistik dan perangkat nuklir bertepatan dengan pemilu, karena negara ini menentang politisi konservatif yang mengambil sikap keras terhadap Pyongyang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Korut sebelumnya telah menyebut Presiden Korsel yang konservatif saat ini, Yoon Suk-yeol, sebagai "pemimpin boneka pengkhianat boneka" dan mengancam akan mengubah Samudra Pasifik menjadi arena tembak sebagai respons terhadap kerja sama militer yang lebih besar antara AS, Korsel, dan Jepang.
Korut sejauh ini telah mampu memenangkan konsesi dari para pemimpin progresif di Korsel dengan janji kerja sama. Namun janji-janji tersebut seringkali hanya berumur pendek.
Dalam periode pemulihan hubungan di bawah pemerintahan Presiden Korsel Moon Jae-in sebelumnya, Korut kemudian mencap Moon sebagai mediator yang suka ikut campur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pyongyang beberapa waktu lalu mengabaikan seruan untuk melakukan perundingan dan meledakkan kantor penghubung di utara perbatasan yang melambangkan langkahnya untuk meningkatkan hubungan.
Kim Jong-un pun tercatat telah menguji lebih dari 100 misil balistik selama dua tahun terakhir di bawah pemerintahan Presiden Moon dan Yoon. Hal ini telah meningkatkan kemampuan Korut untuk melancarkan serangan nuklir terhadap AS dan sekutunya di wilayah tersebut.
Program senjata Kim telah mencapai kemajuan yang signifikan, termasuk uji coba misil baru yang dirancang untuk mengirimkan hulu ledak ke daratan AS pada Desember lalu dan mengaktifkan kembali reaktor nuklir yang telah lama terhenti yang dapat menambah produksi plutonium secara signifikan.
Penegasan AS
Sementara itu sehubungan dengan instruksi persiapan perang oleh Kim Jong-un dalam sidang pleno Komite Sentral Partai Buruh Korea, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS menyatakan pada Kamis bahwa AS tidak memiliki niat bermusuhan dengan Korut, dan AS terus ingin berdialog dengan Korut tanpa syarat apapun.
Ditambahkan pula, AS tetap mempertahankan janji diplomasi walaupun Korut terus meluncurkan misil balistik. AS pun menekankan bahwa akan melakukan kerja sama dari segi masalah kemanusiaan terlepas dari hasil pembahasan misil atau senjata pemusnah massal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!