Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Varian JN.1 Menyumbang Hampir Setengah dari Kasus Covid-19 di AS

📅 Jumat, 29 Des 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Varian JN.1 Menyumbang Hampir Setengah dari Kasus Covid-19 di AS Doc: ISTIMEWA

NEW YORK - Varian JN.1 baru-baru ini dilaporkan menjadi jenis virus Covid-19 yang paling menyebar di seluruh Amerika Serikat (AS), ketika musim liburan berakhir dan kasus Covid-19 mulai meningkat.

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atauCentres for Disease Control and Prevention (CDC), JN.1, yang muncul dari varian BA.2.86 dan pertama kali terdeteksi di AS pada bulan September, menyumbang 44 persen kasus Covid-19 secara nasional pada pertengahan Desember, naik dari sekitar 7 persen pada akhir November.

Dikutip dari The Straits Times, sampai batas tertentu, perkembangan ini memang telah diprediksi. "Varian memerlukan waktu untuk berkembang," kata William Schaffner, spesialis penyakit menular di Vanderbilt University Medical Centre.

"Kemudian virus tersebut semakin cepat, menyebar luas, dan ketika mereka melakukan hal tersebut, setelah beberapa bulan, varian baru muncul."

Menurut laporan CDC yang diterbitkan pada 22 Desember, momentum penyebaran JN.1 pada bulan Desember menunjukkan virus ini mungkin lebih menular atau lebih baik dalam menghindari sistem kekebalan tubuh manusia dibandingkan varian lain yang beredar saat ini.

Badan tersebut mengatakan Covid-19 masih merupakan ancaman kesehatan masyarakat yang serius, terutama bagi mereka yang selalu berisiko tinggi terkena penyakit parah, seperti orang lanjut usia, bayi, orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah atau kondisi medis kronis, dan orang hamil yang menderita penyakit kronis.

"Sejauh yang diketahui para ahli, JN.1 tampaknya tidak menyebabkan penyakit parah pada kebanyakan orang, meskipun kasus ringan pun masih dapat membuat Anda merasa sangat menderita selama tiga atau empat hari," kata Schaffner.

Gejala infeksi JN.1 mirip dengan gejala varian Covid-19 sebelumnya, antara lain batuk, demam, nyeri badan, dan kelelahan.

Memakai Masker

Untuk melindungi diri dari infeksi dan penyakit parah, para ahli tetap menyarankan untuk memakai masker, meningkatkan ventilasi di dalam ruangan jika memungkinkan, tetap di rumah saat sakit, dan mendapatkan vaksin Covid-19 terbaru.

Penelitian awal menunjukkan vaksin Covid-19 terbaru yang dirilis pada bulan September menghasilkan antibodi yang efektif terhadap JN.1, yang memiliki kekerabatan jauh dengan varian XBB.1.5 yang dirancang untuk ditargetkan oleh vaksin tersebut.

Orang mungkin tidak membangun antibodi terhadap JN.1 sebanyak yang mereka lakukan terhadap XBB.1.5, namun kadar antibodi tersebut tetap dapat menurunkan risiko.

"Bagi mereka yang baru saja terinfeksi atau divaksin, perlindungan silang terhadap JN.1 seharusnya cukup baik, berdasarkan penelitian laboratorium kami," kata David Ho, ahli virologi di Universitas Columbia yang memimpin penelitian tentang JN.1 dan Covid-19.

Ada 19 vaksin, yang dirilis sebagai kertas pracetak pada awal Desember. Tes cepat juga terus menjadi alat yang berharga, dan CDC mengatakan tes yang sudah ada di pasaran berfungsi dengan baik dalam mendeteksi JN.1.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.