Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stok Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru Dijamin Aman

📅 Kamis, 21 Des 2023, 08:28 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Stok Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru Dijamin Aman Doc: istimewa

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) memastikan stok pangan nasional jelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) dalam kondisi aman. Pasokan dan harga pangan terpantau stabil. Meski demikian, pemerintah perlu mewaspadai pelemahan belanja kelompok bawah, sebagai imbas kenaikan harga sejumlah bahan pokok.

"Sesuai hasil rapat koordinasi SPHP (Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan) yang dipimpin Sestama dengan para stakeholders kemarin, bisa kami pastikan stok pangan nasional jelang Nataru terpantau aman, pasokan dan harga pangan relatif stabil," ujar Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, di Jakarta, Rabu (20/12).

Dalam rakor yang diikuti lintas kementerian/ lembaga dan berbagai asosiasi tersebut, dihasilkan pula rencana aksi SPHP jelang Nataru antara lain dengan menjamin ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan, memasifkan Gerakan Pangan Murah (GPM), dan menghimbau kepada pelaku usaha pangan untuk menjual sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) dan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan Bapanas.

Berdasarkan data Prognosa Neraca Pangan Nasional Bapanas, stok beras akhir Desember diperkirakan sejumlah 7,4 juta ton, jagung 1,9 juta ton, kedelai 237 ribu ton, bawang putih 96 ribu ton, daging lembu 88 ribu ton, gula konsumsi 1,1 juta ton, dan minyak goreng 360 ribu kiloliter. Sedangkan bawang merah 71 ribu ton, cabai besar 19 ribu ton, cabai rawit 3,6 ribu ton, daging ayam ras 203 ribu ton, dan telur ayam ras 279 ribu ton.

Sementara itu, kondisi stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) saat ini sejumlah beras 1.2 juta ton, jagung 59 ribu ton, kedelai 0,58 ton, bawang putih 11,71 ton, daging lembu 51 ribu ton, gula konsumsi 26 ribu ton, dan minyak goreng 5 ribu kiloliter. Sedangkan bawang merah 0,27 ton, daging ayam ras 344,95 ton, telur ayam ras 79,19 ton, dan ikan 970,69 ton.

Arief juga memastikan stok Perum Bulog pada awal 2024 sudah aman, lebih dari 1,2 juta ton seperti yang ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo melalui Bapanas. Pada 2023, lebih dari 2,5 juta ton beras CPP digelontorkan untuk intervensi pemerintah melalui program SPHP, GPM sebanyak 1.591 titik se-Indonesia, dan juga untuk Bantuan Pangan dalam bentuk beras selama tujuh bulan untuk lebih dari 21,3 juta KPM sampai dengan akhir Desember 2023.

"Meskipun sepanjang 2023 kita sudah banyak menyalurkan bantuan pangan beras kepada masyarakat, bisa dipastikan stok CBP (Cadangan Beras Pemerintah) awal tahun di Bulog sesuai target di atas 1,2 juta ton, hal ini mesti kita apresiasi," ungkapnya.

Selanjutnya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai, Bapanas bersama dengan PJ Gubernur DKI Jakarta, PJ Gubernur Jawa Barat, PJ Gubernur Banten, serta Sekda Provinsi Jawa Tengah melaksanakan panen cabai serentak yang dilakukan secara hybrid dan terpusat di Kelompok Tani Buperta Jakarta Timur pada 20 Desember 2023.

Bersamaan pelaksanaan panen cabai serentak ini juga dilakukan kunjungan pasar setempat oleh masing-masing pemimpin daerah untuk memantau perkembangan harga di masyarakat. Untuk itu, Arief mengapresiasai pelaksanaan panen cabai serentak dan GPM yang dilaksanakan ini.

Antisipasi Lambat

Secara terpisah, Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, menyoroti melemahnya belanja kalangan bawah. Menurutnya, pelemahan itu sebagai akibat kenaikan harga bahan bahan pokok dalam beberapa waktu terakhir.

"Konsumsi kelompok bawah itu melemah. Itu bisa karena pemerintah lambat mengantisipasi gejolak harga jelang Nataru. Ini ironi, sebab hal seperti ini selalu terjadi setiap tahun," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.