Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produktivitas Pangan di Lampung Dipacu

📅 Kamis, 21 Des 2023, 09:14 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Produktivitas Pangan di Lampung Dipacu Doc: ISTIMEWA
Ket. Amran Sulaiman, Menteri Pertanian

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong percepatan tanam di Provinsi Lampung. Pemerintah pusat memprioritaskan distribusi alat mesin pertanian (alsintan) dan pupuk di Lampung karena letaknya yang sangat strategis sebagai penyanggah pangan Jakarta.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman terus melakukan gerakan percepatan tanam dan peningkatkan produksi padi di Lampung. Hal itu dilakukannya saat melakukan kunjungan kerja ke lahan pertanian yang ada di Kelurahan Adipuro, Kecamatan Trimujo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Rabu (20/12).

Mentan mengungkapkan gerakan tanam tersebut merupakan upaya Kementan untuk memaksimalkan produksi padi. Momentum itu diambil mengingat saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan yang diyakini mampu mendorong tingginya produktivitas hasil tani.

"Saya hadir disini untuk memecahkan masalah.Pidato itu sudah biasa di dengar tapi,yang susah di dengar adalah pemberian bantuan," ujarnya melalui keterangannya, Rabu (20/12).

Mentan mengatakan pemerintah tengah menjalankan program percepatan tanam untuk meningkatkan produksi sehingga sektor pangan menjadi kuat. Hal itu sebagai salah satu kekuatan negara melalui optimalisasi lahan rawa dan pengembangan food estate di sejumlah daerah.

Provinsi Lampung saat ini dinilai sangat strategis karena sebagai penopang Jakarta sehingga Lampung selalu diprioritaskan mendapatkan bantuan benih,bibit dan alsintan. "Kita sudah pernah swasembada,apa yang sudah berjalan ketika kita swasembada harus dilanjutkan," tambahnya.

Sentra Produksi

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan Provinsi Lampung dengan luas baku sawah 362 ribu hektar dan luas panen pada 2023 sekitar 529 ribu hektar telah berkontribusi terhadap 1,56 juta ton beras. Karenanya, Lampung menduduki peringkat 6 produsen beras nasional.

Kemampuan dan potensi produksi beras ini terus dipacu sesuai kebijakan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk fokus peningkatan produksi padi dan jagung. "Berbagai strategi ditempuh peningkatan produktivitas dengan penerapan teknologi, juga peningkatan indek pertanaman (PIP)" jelas Suwandi di Jakarta. Di Lampung 121 ribu hektar dan perluasan areal tanam (PAT) 40 ribu hektar. " Bahkan Lampung memiliki lahan rawa mineral di Kabupaten Tulang Bawang dan Mesuji untuk dioptimalkan memproduksi padi," tambahnya.

Lebih jauh, dia mengapresiasi komitmen Kabupaten Lampung Tengah yang akan menerapkan pola IP400 pada 2024 kisaran 6.000 hektar, meningkat jauh lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya. "Bahkan Lampung Tengah juga siap membangun perbenihan/ penangkaran padi insitu. Kreativitas, inovasi dan inspirasi terhadap hal hal yang baru diterapkan pada petani untuk meningkatkan produksi ini perlu disebarluaskan bagi daerah lainnya," harap Suwandi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.