Direktur Mossad dan PM Qatar akan Melanjutkan Perundingan Pembebasan Sandera
📅 Minggu, 17 Des 2023, 10:51 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
TEL AVIV - Direktur Mossad, dinas Intelijen utama Israel, David Barnea, baru-baru ini disebut akan bertemu dengan Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, untuk melanjutkan pembicaraan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas di Gaza.
Dilansir oleh Axio, ini akan menjadi pertemuan pertama antara pejabat senior Israel dan Qatar sejak keruntuhan gencatan senjata selama tujuh hari yang menyebabkan perluasan operasi militer Israel ke Gaza selatan.
"Kembalinya Israel ke meja perundingan menunjukkan bahwa mereka siap untuk mencoba menjajaki kesepakatan penyanderaan baru. Kesepakatan sebelumnya gagal dua pekan lalu setelah Hamas menolak melepaskan sisa perempuan yang mereka sandera," ujar dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.
"Hamas menyalahkan Israel atas keruntuhan tersebut dan mengatakan perempuan yang diusulkan Israel untuk dibebaskan adalah tentara IDF."
Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF), mengatakan, ketiganya mungkin berhasil melarikan diri atau ditinggalkan oleh Hamas selama pertempuran sengit di Gaza utara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak lama setelah pernyataan IDF, beberapa anggota keluarga sandera yang masih ditahan oleh Hamas secara terbuka meminta pemerintah untuk menyampaikan rencana baru untuk mencapai kesepakatan baru guna menjamin pembebasan mereka sesegera mungkin.
Hamas masih menyandera lebih dari 130 orang. Lebih dari 100 orang dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan yang menghentikan pertempuran di Gaza selama tujuh hari.
Awal minggu, mediator Qatar dilaporkan Axios, menghubungi pejabat Israel akhir pekan lalu untuk mengetahui apakah ada minat untuk meluncurkan kembali pembicaraan tidak langsung dengan Hamas mengenai kesepakatan baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Para mediator menanyakan kepada tim perunding Israel apakah Israel akan menyetujui kesepakatan yang memungkinkan pembebasan sandera perempuan yang tersisa dengan imbalan jeda pertempuran yang berlangsung lebih dari satu hari," ungkap sumber-sumber Israel.
Menurutnya, kesepakatan baru dapat mencakup "elemen kemanusiaan," seperti pembebasan pria lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan serius, atau pembebasan sandera yang terluka parah.
Akhir pekan lalu setelah usulan awal Qatar, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan anggota kabinet perang memutuskan untuk tidak mengizinkan pimpinan Mossad melakukan perjalanan ke Qatar.
Setelah mendapat reaksi keras terhadap keputusan tersebut, Netanyahu mengubah arah dan mengizinkan Barnea untuk terlibat dengan pihak Qatar.
"Israel menyatakan kesediaannya untuk membahas perjanjian baru yang mencakup pembebasan sisa perempuan yang mereka minta dalam perjanjian sebelumnya," kata sumber Israel.
"Pada hari Kamis, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, bertemu dengan Barnea di Tel Aviv selama dua jam dan membahas upaya untuk melanjutkan pembicaraan mengenai pembebasan sandera," kata Mossad dalam sebuah pernyataan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!