Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kepala Gereja Ortodoks Rusia Masuk DPO Ukraina

📅 Sabtu, 16 Des 2023, 11:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala Gereja Ortodoks Rusia Masuk DPO Ukraina Doc: LSElse.ac.uk/wikimedia commons
Ket. Presiden Russia Vladimir Putin (kiri) dan Patriark Kirill.

KYIV- Kementerian Dalam Negeri Ukraina pada Jumat (15/12) memasukkan pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, pendukung perang Kremlin melawan Kyiv, ke dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah dinas keamanan menuduhnya bersekongkol dalam konflik tersebut.

Tindakan ini murni simbolis karena Patriark Kirill berada di Rusia dan tidak berada dalam ancaman penangkapan. Ini adalah langkah terbaru dalam kampanye Ukraina untuk mencabut pengaruh para pendeta yang dituduh memiliki hubungan dekat dengan Rusia dan menumbangkan masyarakat Ukraina.

Sebuah unggahan daftar orang yang dicari Kementerian Ukraina mengidentifikasi nama Kirill, memperlihatkan jubah klerikalnya, dan menggambarkannya sebagai "seorang individu yang bersembunyi dari badan penyelidikan pra-sidang". Dikatakan, dia "menghilang" sejak 11 November.

Kekristenan Ortodoks adalah agama dominan di Ukraina dan pihak berwenang di Kyiv telah meluncurkan kasus pidana terhadap pendeta yang terkait dengan cabang gereja Ortodoks yang dulunya terkait langsung dengan gereja Rusia dan Kirill.

Parlemen di Kyiv sedang mempertimbangkan rancangan undang-undang yang akan melarang cabang gereja tersebut, yang telah kehilangan banyak umatnya sejak Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022. Gereja mengatakan pihaknya memutuskan semua hubungan dengan Moskow pada Mei 2022.

Badan keamanan SBU Ukraina bulan lalu mengeluarkan dokumen yang mengatakan Kirill "melanggar kedaulatan Ukraina" berdasarkan posisinya sebagai "bagian dari rombongan terdekat kepemimpinan militer dan politik Rusia".

Pasukan keamanan telah melancarkan puluhan kasus kriminal, termasuk tuduhan pengkhianatan, terhadap para pendeta dan pejabat yang terkait dengan cabang gereja yang terkait dengan Moskow.

Kirill mengecam tindakan tersebut dan meminta para pemimpin agama di seluruh dunia untuk menghentikan tindakan Ukraina yang menentang gereja.

Seorang pejabat senior di gereja Rusia mengatakan kepada kantor berita Rusia RIA bahwa memasukkan Kirill ke dalam daftar orang yang dicari adalah "sebuah langkah yang konyol dan dapat diprediksi".

Vladimir Legoida, yang bertanggung jawab atas hubungan dengan gereja-gereja lain, mengatakan kepada RIA bahwa pihak berwenang Ukraina bersalah karena "pelanggaran hukum dan upaya mengintimidasi umat paroki".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.