Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenaikan Harga Cabai Momentum Petani Tingkatkan Produksi

📅 Jumat, 15 Des 2023, 00:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kenaikan Harga Cabai Momentum Petani Tingkatkan Produksi Doc: ANTARA/HO-IPB
Ket. Pendampingan dari tim IPB University terhadap petani cabai.

Kota Bogor - Institut Pertanian Bogor (IPB) University mendorong para petani memanfaatkan momentum kenaikan harga cabai di pasar untuk meningkatkan produksi dengan menggunakan teknologi mikroba intensif.

Dekan Fakultas Pertanian IPB University Suryo Wiyono di Kota Bogor, Rabu, mengatakan dengan tingginya harga cabai, khususnya cabai keriting, menurut laman panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang mencapai Rp72.620 per kilogram, sebagaikesempatan petani meningkatkan produksi dengan memanfaatkan teknologi.

"Menurut kami, ini momen bagus bagi petani untuk meningkatkan produktifitas. Kami dampingi menggunakan teknologi mikroba intensif," kata dia.

Ia menjelaskan di tengah lonjakan harga, IPB justru mendorong petani untuk mengoptimalkan produksi agar pendapatan mereka juga meningkat.

Saat ini, IPB mendampingi petani cabai untuk memanfaatkan teknologi mikroba itensif di enamwilayah, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Garut, Kabupaten Tegal, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Gowa. Rencananya teknologi ini juga akan dikembangkan untukbeberapa komoditas lain.

Menurut dia, teknologi mikroba intensif yang dianjurkan IPB telah diuji dan terbukti dapat mengurangi biaya produksi hingga 27 persen.

Selain itu, teknologi ini tidak menggunakan pestisida kimia sama sekali sehingga lebih ramah lingkungan dan tidak meninggalkan residu.

"Teknologi mikroba intensif tidak menggunakan pestisida kimia sama sekali sehingga bisa mengurangi biaya produksi sebesar 27 persen dan mengurangi residu pestisida," kata dia.

Koordinator Kelompok Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Tanaman Sayur dan Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Wita Khairia mengemukakantingkat residu produk cabai Indonesia menjadi hambatan dalam proses ekspor.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian mendukung pelaksanaan program diseminasi teknologi mikroba intensif untuk menghasilkan produk yang berdaya saing dalam pasar internasional.

"Kami mendorong penyediaan produk yang berdaya saing agar bisa memenuhi pasar ekspor. Teknologi mikroba intensif ini memungkinkan untuk mengurangi residu pestisida 100 persen," kata dia.

Petani cabai asal Garut,Jejen, mengatakan penerapan teknologi mikroba intensif ini meningkatkan produksi cabai keritinghingga 25 persen.

Di tengah harga yang bagus, dirinya bisa panen lebih banyak sehingga keuntungan yang diterima juga semakin besar.

"Hasilnya naik sekitar 25 persen. Pas harga bagus, produksinya juga bagus.", ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

19 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.