Produksi Bioavtur Terkendala Bahan Baku
📅 Kamis, 14 Des 2023, 08:14 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan tentang tantangan dan peluang dalam pengembangan sustainable aviation fuel (SAF) atau bioavtur yang merupakan bahan bakar penerbangan ramah lingkungan.
Tantangan pertama, yakni terbatasnya ketersediaan jumlah dan jenis bahan baku untuk produksi SAF.
"Bahan baku yang digunakan menghindari kompetisi dengan makanan dan bahan baku industri lainnya," ujar Direktur Bioenergi Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Edi Wibowo saat Focus Group Discussion bertajuk "Biodiesel dan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan di Indonesia" yang digelar oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (13/12).
Tantangan kedua, lanjut Edi, mengurangi biaya produksi hingga sebanding dengan bahan bakar avtur agar SAF layak secara ekonomi dan produksi dapat ditingkatkan secara signifikan.
Berikutnya tantangan ketiga perihal masih terbatasnya infrastruktur untuk produksi, penyimpanan, dan distribusi SAF. Tantangan keempat, yakni proses sertifikasi yang rumit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya tantangan kelima, yaitu penelitian dan pengembangan teknologi dan inovasi proses yang berkelanjutan untuk menjadikan SAF sebagai bahan bakar aviasi yang affordable.
"Saat ini, yang sudah mau mulai mengembangkan kan Pertamina ke depan juga kami dengar ada beberapa badan usaha yang mulai tertarik untuk mengembangkan SAF ini," ucap Edi.
Tantangan berikutnya soal perlunya peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat SAF untuk mendorong dukungan yang lebih besar dari pembuat kebijakan dan investor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peta Jalan
Peluang dari pengembangan SAF, di antaranya permintaan domestik dan pasar internasional yang tinggi, potensi dan alternatif bahan baku domestik yang tersedia serta dukungan kebijakan pemerintah dan global untuk penggunaan SAF sebagai bahan bakar rendah karbon.
Karena itu, dia mengharapkan langkah selanjutnya yang dapat dilakukan, yakni mengembangkan peta jalan bioavtur untuk penerbangan komersial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!