Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Merapi Keluarkan Belasan Kali Guguran Lava ke Kali Bebeng

📅 Kamis, 14 Des 2023, 01:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Merapi Keluarkan Belasan Kali Guguran Lava ke Kali Bebeng Doc: ANTARA/HO-PVMBG
Ket. Gunung Merapi yang terlihat dari pos pengamatan di Kaliurang, Yogyakarta.

Jakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan Gunung Merapi terus mengeluarkan guguran lava dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter mengarah ke Kali Bebeng.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Yulianto mengatakan guguran lava itu terjadi sepanjang periode Rabu (13/12), pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.

"Teramati 17 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter," ujarnya dalam laporan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Wilayah geografis Gunung Merapi meliputi Kabupaten Magelang, Klaten, Boyolali (Jawa Tengah) dan Kabupaten Sleman (DI Yogyakarta).

Berdasarkan pengamatan kegempaan, PVMBG mencatat ada 109 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 23 milimeter dan lama gempa 19,48 hingga 197,64 detik yang terjadi di Gunung Merapi.

PVMBG juga merekam ada tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 6 hingga 80 milimeter dan lama gempa 45,36 hingga 118,56 detik.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer, sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Pada 8 Desember 2023, Gunung Merapi tercatat ada delapan kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 3.500 meter mengarah ke Kali Krasak dan 19 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah kali di bagian barat daya.

Awan panas guguran tersebut terjadi bersamaan dengan turunnya hujan, sehingga mengakibatkan hujan air berwarna kecokelatan di wilayah Desa Krinjing dan Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Hujan air bercampur dengan abu vulkanik juga melanda Desa Stabelan, Desa Klakah, dan Desa Tlogolele,Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

Sejak 5 November 2020 hingga saat ini, Gunung Merapi menempati status kebencanaan level III atau siaga karena aktivitas vulkanik masih cukup tinggi berupa erupsi efusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.