Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan Cerdas, Kurikulum Bencana Diperlukan dalam Pendidikan TK hingga SMA

📅 Rabu, 13 Des 2023, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terobosan Cerdas, Kurikulum Bencana Diperlukan dalam Pendidikan TK hingga SMA Doc: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Ket. Tangkapan layar Sekretaris Satgas Bencana IDAI Dimas Dwi Saputro memberikan paparan saat diskusi daring bertajuk “Antisipasi Permasalahan Kesehatan Anak Pada Situasi Gempa Bumi” di Jakarta, Selasa (12/12/2023).

Jakarta - Terobosan cerdas, Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Bencana Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dimas Dwi Saputro menegaskanIndonesia memerlukan integrasi kurikulum bencana dalam pendidikan mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA).

"Pendidikan di Indonesia harus mempunyai kurikulum penanganan bencana dan cara berlindung dari bencana gempa bumi," kata diadalam diskusi daring bertajuk "Antisipasi Permasalahan Kesehatan Anak Pada Situasi Gempa Bumi" di Jakarta, Selasa.

Di tingkat pendidikan TK, ia optimistisbahwa mengajarkan konsep bermain sambil berlindung dapat dilakukan dengan mudah.

"Statistik mengatakan gempa itu paling lama tujuh sampai 10 menit tidak lebih daripada itu, tapi rata-rata gempa itu berkisar satu sampai tiga menit," kata dia.

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa dengan melatih anak-anak untuk berlindung di bawah meja yang kokoh dapat menjadi cara efektif untuk meningkatkan kesiapsiagaan mereka terkait dengan bencana berupa gempa bumi.

"Hal seperti itu dapat memberikan dasar penting bagi anak-anak untuk memahami prinsip keselamatan dalam menghadapi bencana, seperti gempa. Jadi kita doktrin anak kita kalau ada gempa jangan panik lindungi kepala dan tetap waspada," ujarnya.

Dimas mengatakan penerapan pendekatan mitigasi bencana gempa bumi dapat berbeda-beda sesuai dengan usia anak-anak.

"Jadi untuk anak-anak beda-beda usia beda-beda pula cara pendekatannya dengan usia remaja," kata dia.

Dia mengemukakan tentang perlunya memahami tahap perkembangan anak agar strategi mitigasi dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan setiap kelompok usia.

Selain itu, kata dia, hal tersebut dapat menciptakan pendekatan yang lebih efektif dan relevan dalam melibatkan anak-anak sebagai upaya pencegahan dan respons terhadap bencana gempa.

"Untuk anak-anak yang lebih besar, penting juga mereka diajarkan bagaimana membantu adik-adik mereka dalam mempersiapkan perlengkapan pribadi saat menghadapi gempa," kata Dimas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.