Ganjar Komitmen Kirim Koruptor ke Nusakambangan agar Jera
📅 Rabu, 13 Des 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: KORAN JAKARTA/M FACHRI
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Selasa (12/12), menggelar debat perdana yang diikuti tiga calon presiden, masing-masing Anies Baswedan sebagai capres nomor urut satu, Prabowo Subianto capres nomor urut dua, dan capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo.
Dalam debat tersebut, masing-masing capres didampingi cawapresnya, yaitu Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD
Debat pertama itu membahas tema pemerintahan, hukum, hak asasi manusia (HAM), pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga.
Ganjar Pranowo dalam debat tersebut mengaku prihatin dengan kerugian negara akibat korupsi yang mencapai 230 triliun rupiah, karena angka tersebut bisa untuk membangun sekitar 27 ribu puskesmas.
"Data ICW menunjukkan sekitar 230 triliun rupiah dalam 10 tahun terakhir, kerugian negara itu terjadi. Ini setara kalau kita pakai untuk membuat puskesmas kira-kira 27 ribu," kata Ganjar dalam debat di Kantor KPU RI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keprihatinan itu yang mendorong Ganjar mengutamakan percepatan Undang-Undang Perampasan Aset demi mengembalikan kerugian negara. Dia juga berkomitmen untuk memiskinkan koruptor dan memberikan efek jera dengan memenjarakannya di Nusakambangan.
"Dari sisi penegakan hukumnya dulu, maka kalau saya mulai dari sini, maka yang mesti dilakukan adalah pemiskinan. Yang kedua, perampasan aset. Maka, segera kita bereskan Undang-Undang Perampasan Aset dan untuk pejabat yang korupsi dibawa ke Nusakambangan agar bisa punya efek jera bahwa ini tidak main-main," tuturnya.
Ganjar menekankan pentingnya teladan dan integritas yang baik dari para pemimpin, karena akan memberikan dampak yang baik untuk pemerintahan. "Kita edukasi. Itu mesti kita tunjukkan dengan sekali lagi, teladan dari seorang pemimpin dan pemimpin tidak boleh ragu untuk memutuskan itu," kata Ganjar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mantan anggota DPR RI itu menambahkan janji politik yang disampaikan saat sebelum menduduki kursi kepemimpinan harus dijalankan dengan sepenuh hati agar Sila Ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia bisa terus dipelihara.
"Mudah-mudahan pemilu besok akan menghasilkan semangat yang sama untuk kita memberantas korupsi. Integritas itu penting sekali dan nomor satu," pungkas Ganjar.
Lebih Pragmatis
Ketua Pusat Studi Pancasila dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Agus Wahyudi, mengatakan debat membantu memperlihatkan visi dan program capres, masa lalu dan legacies-nya, termasuk siapa yang paling meyakinkan dan menarik untuk memecahkan sejumlah isu kunci. Tantangan yang paling krusial bagi semua capres yang tampil adalah siapa yang bisa bicara paling fasih meng-adress konsen dan perhatian para pemilih pemula.
"Saya melihat Prabowo sangat emosional. Anies cenderung normatif dan seperti biasanya menggunakan retorika yang konseptual. Sementara Ganjar mungkin karena latar belakangnya, terlihat lebih pragmatis dan bicara program dengan cara yang agak detail," papar Agus.
Debat, katanya, mengungkap pentingnya peran pemerintah dalam rangka mendorong kapasitas produksi, daya cipta, dan pengembangan bakat warga negara dan redistribusi sumber daya untuk keadilan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!