Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Kemandirian Untuk Wujudkan Indonesia Mencapai Nol Emisi pada 2060

📅 Minggu, 10 Des 2023, 00:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dukung Kemandirian Untuk Wujudkan Indonesia Mencapai Nol Emisi pada 2060 Doc: Istimewa

Jakarta: Melaksanakan syukuran atas keberhasilan pengatapan atau topping off untuk fasilitas Research & Technology Center (RTC) Terintegrasi, PT Patra Jasa menyuguhkan kegiatan syukuran ini dalam rangka memberikan kado HUT ke 66 PT Pertamina (Persero). Capaian ini merupakan salah satu moment penting dalam mewujudkan Indonesia mencapai nol emisi pada 2060.

RTC Terintegrasi Pertamina bukan sekedar bangunan pusat untuk kebutuhan riset dan teknologi. Lebih dari itu, RTC diharapkan akan mendukung kemandirian energi Indonesia. Dari sini akan lahir inovasi-inovasi yang dapat mewujudkan transisi energi Indonesia ke depan.

Selama ini, tempat riset dan teknologi berdiri secara terpisah-pisah. Adanya RTC membuat riset dan teknologi menjadi lebih terintegrasi.

"RTC Terintegrasi ini merupakan wujud nyata dalam keberlangsungan bisnis, meningkatkan produksi migas, peningkatan diversifikasi produk pengolahan, dan mendorong inovasi baru, yang berkaitan dengan sustainability dan upaya net zero emission Pertamina lainnya," kata SVP Upstream & Portfolio Co. Business Development & Portfolio, Edy Karyanto, Rabu, 6 Desember 2023.

RTC Terintegrasi yang berada di lahan milik Pertamina di Jalan Daan Mogot KM 16, Jakarta Barat dibangun menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM), serta didukung pemanfaatan teknologi smart-construction, seperti Augmented Reality.

Sebagai gedung riset terpadu Pertamina, RTC Terintegrasi terdiri dari beberapa bangunan, di antaranya laboratorium utama yang terdiri dari 51 laboratorium yang bisa menampung sekira 200 pekerja dan akan dijadwalkan selesai pada bulan Agustus 2024.

Laboratorium terbuka diperkirakan dapat di isi 50 pekerja, dan business center dengan kapasitas sekitar 100 pekerja. Seluruh bangunan gedung dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung.

"Pembangunan gedung ini merupakan wujud nyata, keseriusan Pertamina dalam mendukung program Pemerintah mengurangi efek pemanasan global," ujar Edy.

Setiap bangunan di RTC Terintegrasi memilki fasilitas-fasilitas yang unggul untuk menunjang hasil riset yang bermanfaat bagi Indonesia, seperti fasilitas laboratorium terintegrasi untuk penelitian, hulu, hilir, mengedepankan konsep green building, menggunakan panel surya untuk menyediakan energi bangunan, penerapan building automation system dalam operasional bangunan, serta pemanfaatan secara maksimal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Edy berharap proses pembangunan RTC Terintegrasi bisa selesai tepat waktu, tanpa mengalami hambatan apapun.

"Kedepan, Pertamina akan terus berinovasi, mengembangkan energi baru dan terbarukan, dan melakukan implementasi Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS) dan Nature-Based Solutions (NBS), serta menargetkan pengurangan karbon dioksida (CO2) hingga 81,4 juta ton pada 2060," kata Edy.

Hadir dalam acara ini Direktur Operasi Bidang EPC PT PP (Persero) Ir. Eddy Herman Harun; SVP Research Technology & Innovation PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, Pjs. SVP Asset Management PT Pertamina (Persero), Doddy Dhirgantara; Direktur Utama PT Patra Jasa, Putut Ariwibowo; Direktur Properti PT Patra Jasa, Whisnu Bahriansyah; Direktur Keuangan dan Umum PT Patra Jasa, Fadjar Judisiawan; Direktur Hospitality dan Multi Services PT Patra Jasa, Ray S.M. Daulay; dan Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT Patra Jasa, Evalina Sitepu.

Pembangunan gedung RTC Terintegrasi melibatkan PT Patra Jasa berkolaborasi dengan PT PP. Direktur Utama PT Patra Jasa, Putut Ariwibowo mengatakan, teknologi BIM, teknologi di bidang Architecture, Engineering dan Construction (AEC) mampu mensimulasikan seluruh informasi di dalam proyek pembangunan ke dalam model tiga dimensi.

"Sehingga akurasi pekerjaan meningkat, termasuk penataan pekerjaan di lapangan serta dapat lebih memitigasi risiko konstruksi," ujar Putut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.