Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selandia Baru Terbangkan Pesawat Bertenaga Baterai pada 2026

📅 Kamis, 07 Des 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Selandia Baru Terbangkan Pesawat Bertenaga Baterai pada 2026 Doc: WILLIAM BARAT/AFP
Ket. Pesawat Air New Zealand ATR 72 (kiri) dan Airbus A320 sedang mengisi bahan bakar di Bandara Wellington, beberapa waktu lalu. Air New Zealand mengatakan pesawat Alia yang bertenaga baterai dapat terisi penuh dalam waktu sekitar satu jam.

WELLINGTON - Maskapai asal Selandia Baru, Air New Zealand, pada Rabu (6/12), mengatakan mereka berencana menjadi layanan pertama yang menerbangkan pesawat listrik, setelah mengumumkan rencana untuk memasukkan pesawat bertenaga baterai ke dalam armadanya pada tahun 2026.

Dikutip dari The Straits Times, maskapai nasional tersebut mengatakan telah memesan pesawat listrik Alia dari produsen kedirgantaraan yang berbasis di Amerika Serikat, Beta Technologies.

Pesanan diharapkan akan bergabung dengan armada Air New Zealand pada awalnya sebagai layanan kargo saja yang menerbangkan paket dan surat pada rute domestik dalam kemitraan dengan New Zealand Post.

"Kami bertujuan menjadi maskapai penerbangan pertama yang menerbangkan pesawat generasi berikutnya secara komersial," kata Chief Sustainability Officer Air New Zealand, Kiri Hannifin.

Dia menambahkan maskapai nasional Selandia Baru belum mengetahui kapan mereka dapat menawarkan penerbangan penumpang dengan pesawat bertenaga baterai.

Scandinavian Airlines mengumumkan rencana pada bulan Mei untuk mengangkut pelanggan dengan penerbangan listrik komersial pertamanya pada tahun 2028.

Pengisian Baterai

Air New Zealand mengatakan Alia yang bertenaga baterai dapat terisi penuh dalam waktu sekitar satu jam. Pesawat ini akan mendarat dan lepas landas seperti pesawat konvensional.

Seperti halnya mobil listrik, jarak yang dapat ditempuh pesawat adalah kuncinya. Dengan panjang sekitar 12 meter dan berat tiga ton, Alia telah menempuh jarak 480 kilometer dalam satu uji penerbangan. Kecepatan tertingginya adalah 270 kilometer per jam, dan dapat terbang di ketinggian hingga 3.000 meter.

Untuk penerbangan awal, setelah tersertifikasi aman untuk terbang, akan digunakan untuk rute sekitar 150 kilometer. Air New Zealand telah memesan satu pesawat listrik, dengan hak membeli hingga hampir dua lusin lagi.

Kepala eksekutif maskapai, Greg Foran, mengatakan pembelian ini merupakan bagian dari komitmen maskapai untuk menerbangkan pesawat di Selandia Baru dengan emisi lebih rendah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.