Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Industri Media Dunia Harus Terus Perkuat Penelitian AI

📅 Selasa, 05 Des 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Industri Media Dunia Harus Terus Perkuat Penelitian AI Doc: ISTIMEWA
Ket. Presiden Kantor Berita Xinhua, Fu Hua

GUANGZHOU - Di era kemajuan teknologi yang pesat, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi faktor kunci yang mentransformasi industri media.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-5 Media Dunia atau World Media Summit (WMS) yang sedang berlangsung, para peserta berbagi wawasan dan perspektif mereka tentang AI.

Executive Chairman WMS sekaligus Presiden Kantor Berita Xinhua, Fu Hua, menyampaikan bahwa industri media harus merangkul inovasi dan perubahan teknologi, serta memperkuat penelitian dan pengembangan AI, komputasi awan, dan teknologi lainnya, sehingga teknologi dapat melayani perkembangan media dengan lebih baik lagi.

Seperti dikutip dari Antara, Direktur Hindu Publishing Group India Narasimhan Ram menilai mempelajari cara memanfaatkan AI akan membawa peluang bagi perkembangan media.

"AI membebaskan jurnalis dari tugas hafalan dan memungkinkan mereka untuk fokus pada jurnalisme yang berdampak lebih tinggi," demikian kata Wakil Presiden The Associated Press (AP), Chan Yim Kuen.

Senada dengan Chan, Kepala Pengembangan Produk dan Strategi Agensi Kantor Berita Reuters, Sue Brooks, mengungkapkan AI akan membuat jurnalisme lebih efisien serta membebaskan para jurnalis dari tugas-tugas penerjemahan dan transkripsi rutin. Sehingga, mereka dapat memanfaatkan lebih banyak waktu untuk menggali berita yang paling penting.

"Jika AI akan menjadi bagian besar dalam kehidupan kita, maka kita perlu memiliki kepercayaan bahwa algoritma dibuat untuk tujuan baik dan bukan sebaliknya," kata Brooks dalam pidato bertema "Kepercayaan" pada pembukaan KTT ke-5 Media Dunia, Sabtu (2/12).

Tingkatkan Efisiensi

Selain meningkatkan efisiensi dan efektivitas, AI telah memberikan manfaat transformatif mulai dari pengoptimalan segmentasi audiens hingga analisis mendalam.

Namun demikian, berbagai daya tarik kemajuan itu tidak datang tanpa masalah. Penyebaran berita palsu dan informasi yang tidak akurat, kekhawatiran terkait perlindungan kekayaan intelektual, serta pertimbangan etis dalam jurnalisme perlu disikapi dengan baik.

Thomson Reuters, penyedia berita dan alat berbasis informasi global, telah menginvestasikan lebih dari 100 juta dollar AS setiap tahun untuk AI generatif guna memanfaatkan teknologi tersebut secara lebih baik dalam meningkatkan layanan mereka.

Under Secretary General Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Komunikasi Global Melissa Fleming menggarisbawahi dalam pidato virtualnya bahwa AI dapat memperburuk masalah-masalah potensial, seperti disinformasi, konspirasi, dan kebencian yang merajalela di media sosial maupun ketidakpercayaan terhadap lembaga-lembaga publik.

Presiden sekaligus Pemimpin Redaksi Kyodo News, Toru Mizutani, secara spesifik menyebutkan beberapa tantangan terkait AI generatif, seperti masalah hak cipta dan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk melawan penyebaran berita palsu.

Anggota Komite Eksekutif Agence France-Presse (AFP) sekaligus Direktur Regional AFP Asia-Pasifik, Michael Mainville, mengatakan bersama dengan grup-grup media lainnya, AFP telah mengembangkan Piagam Paris tentang AI dan Jurnalisme yang menetapkan 10 prinsip penggunaan AI di media.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.