Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penyakit Dobel TB-HIV Percepat Kematian Penderita HIV, Bagaimana Mencegahnya?

📅 Jumat, 01 Des 2023, 14:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kuncinya tingkatkan cakupan skrining dan diagnosis

Data WHO pada 2022 menyebutkan, cakupan tes HIV secara global pada orang yang didiagnosis TB cukup tinggi, 80%. Namun cakupan tes serupa di Indonesia hanya 56%, belum sesuai target global 80%.

Pemerintah menargetkan secara nasional mencapai angka sempurna 100% tapi capaian tahun 2022 masih 74% untuk skrinning HIV pada pasien TB. Sasaran skrinning adalah kelompok pekerja seks, gay, pengguna jarum suntik obat, waria, ibu hamil, dan pasien infeksi menular seksual. Sedangkan TB diskrining menggunakan alat rapid test Elisa dan Western Blot.

Tren jumlah pasien TB yang mengetahui status HIV di Indonesia pada 2017-2022 memang naik dari 17% menjadi 56% walau kurang tajam karena adanya kebijakan yang mewajibkan pasien TB untuk tes HIV dan penambahan akses tes HIV di layanan kesehatan dan komunitas.

Capaian pasien TBC yang dilakukan skrining dan hasilnya HIV positif tahun 2019-2022 sebesar 4% cenderung turun karena adanya pemberian informasi untuk pencegahan terkait HIV bagi pasien TB dan dukungan komunitas bagi pasien TB.

Dalam kasus TB laten (bakteri belum aktif atau 'tidur') dan infeksi HIV yang terlambat didiagnosis serta diobati, lebih besar kemungkinan menyebabkan bakteri TB 'bangun' dan berkembang menjadi penyakit TB aktif. Hal ini membutuhkan masa inkubasi yang tidak lama apalagi ketika sistem kekebalan tubuh melemah bersamaan dengan infeksi HIV.

Pengobatan yang tepat dan rujukan efektif

Diagnosis yang cepat dan akurat, pengobatan yang memadai dan rujukan efektif merupakan kunci untuk menangani orang dengan HIV dan TB.

Diagnosis HIV dapat menggunakan dua metode pemeriksaan: serologis dan virologis. Serologis untuk mendeteksi antibodi terhadap HIV-1/HIV-2 dan atau antigen protein p24 dari HIV. Sedangkan pemeriksaan virologis menggunakan DNA HIV dan RNA HIV.

Hasil pemeriksaan HIV dinyatakan positif jika tiga hasil pemeriksaan serologis dengan tiga metode atau reagen berbeda menunjukkan hasil reaktif. Pemeriksaan virologis kuantitatif atau kualitatif juga terdeteksi HIV. Sedangkan pemeriksaan TB dapat dilakukan dengan tes cepat molekuler dengan sampel dahak yang dapat memberikan hasil akurat dan cepat.

Dalam kasus pasien koinfeksi TB-HIV, dokter biasanya memberi paket obat OAT (obat anti-tuberkulosis), pengobatan antiretroviral (ARV) dan pengobatan pencegahan kontrimoksasol (PPK).

Cakupan global ARV untuk orang yang hidup dengan HIV yang baru didiagnosis dan dilaporkan menderita TB adalah 85% pada 2022. Di Indonesia capaian serupa pada 2017-2022 hanya 46%, jauh dari target 100%.

Ketersediaan rujukan efektif ke fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan ARV merupakan komponen yang sangat penting setelah diagnosis HIV. Bagi ODHIV yang telah melakukan terapi ARV, perlu dikaji status TB-nya. Jika ditemukan tanda dan gejala TB, maka perlu dilakukan pemeriksan TB dengan alat Tes Cepat Molekular (TCM).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.