Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kewaspadaan Pneumonia Misterius Ditingkatkan

📅 Kamis, 30 Nov 2023, 02:00 WIB | Oleh:
Kewaspadaan Pneumonia Misterius Ditingkatkan Doc: ANTARA/Andi Firdaus
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan keterangan kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/11).

JAKARTA - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi mengingatkan kepada semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dalam rangka mengantisipasi pneumonia misterius yang terjadi di Tiongkok. Meski begitu, belum ada pembatasan pelaku perjalan dari luar negeri atau karantina.

"Kita tidak ada travel ban (larangan bepergian). Kita perlu tingkatkan kewaspadaan kepada penumpang yang punya gejala seperti batuk dan demam. Apakah perlu dibuat karantina, tidak ada," ujar Imran, dalam Konferensi Pers secara daring, Rabu (29/11).

Imran menjelaskan, pihak pemerintah Tiongkok sampai saat ini terus mendiagnosis penyebab penyakit pneumonia yang terjadi. Dari sekitar 40-60 persen diagnosa, paling banyak disebabkan bakteri Mycoplasma.

"Penyebabnya undiagnose yang ketemu baru 40 sampai 60 persen. Paling banyak mycoplasma bakteri. Makanya masih disebut undiagnose pneumonia," jelasnya.

Sebagai informasi, pada 22 November 2023, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan telah terjadi peningkatan kasus undefined pneumonia yang menyerang anak-anak di Tiongkok Utara. Belum diketahui secara pasti penyebab penyakit yang menyerang sistem pernafasan ini.

Potensi Pandemi

Imran menanggapi terkait kemungkinan terjadinya pandemi. Menurutnya, Mycoplasma merupakan bakteri yang butuh inkubasi panjang dan secara virulensi berbeda dengan Covid-19 yang disebabkan virus.

Untuk tingkat kematian masih lebih rendah dari Covid-19. "Pada saat-saat yang dulu kami lihat datanya tidak sampai tinggi kematiannya. Morbiditasnya lumayan, tapi mortalitasnya sedikit," tandasnya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu, mengatakan, pihaknya bergerak cepat dengan menerbitkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan Terhadap Kejadian Mycoplasma Pneumonia di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.