Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Anas Dorong Percepatan Inovasi Demi Majukan Daerah

📅 Kamis, 30 Nov 2023, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anas Dorong Percepatan Inovasi  Demi Majukan Daerah Doc: menpan.go.id
Ket. Abdullah Azwar Anas, Menteri PANRB

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mendorong pemerintah daerah untuk melakukan replikasi inovasi melalui Forum Replikasi Inovasi Pelayanan Publik (FRIPP). Hal itu disampaikan Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas dalam Seminar New Public Management Governansi dan Inovasi Daerah di Jakarta, Senin (27/11).

Anas mengatakan bahwa dengan inovasi, daerah akan lebih hebat dan cepat maju. Untuk itu, pemerintah saat ini terus berupaya menerapkan reformasi birokrasi (RB) tematik yang langsung menyasar dalam permasalahan masyarakat.

"Presiden Joko Widodo memberi arahan agar birokrasi berdampak dan bukan tumpukan kertas. Untuk itu, inovasi harus mendorong birokrasi lincah dan cepat," kata Anas dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/11).

Pasalnya, salah satu cara salah satu cara mewujudkan birokrasi yang berdampak adalah melalui inovasi.

Sebagai informasi, Kementerian PANRB bersama Kementerian Dalam Negeri, dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) telah meluncurkan website Jaringan Inovasi Pelayanan Publik Nasional (JIPPNas) sebagaiknowledge management systemyang juga menjadi basis data inovasi pelayanan publik nasional.

"Jadi inovasi-inovasi yang hebat kita dorong untuk direplikasi," ungkap dia.

Berkaitan denganfuture government, Anas menjelaskan ada empat area yang menjadi fokus utama RB tematik yaitu penanggulangan kemiskinan, peningkatan investasi, digitalisasi administrasi pemerintahan, dan percepatan prioritas aktual presiden.

Dia juga mengibaratkan birokrasi adalah mesin yang mampu menggerakkan kendaraan. Untuk itu, birokrasi harus dipastikan dalam kondisi prima, sehingga bisa menggerakkan kendaraan menuju tujuan yang dicita-citakan.

"Ada mesin yang harus kita jaga yaitu mesin birokrasi, kalau mesin ini bagus meskipun mobilnya tua, jalannya akan cepat," tutur Anas.

Menurut dia, future governance (Governance 5.0) akan membuat paradigma yang semula "pemerintah mengatur masyarakat" menjadi "pemerintah bekerja bersama masyarakat" atau masyarakat sebagai mitra di masa depan.

Sementara itu, Ketua Umum Indonesian Institute for Public Governance (IIPG), Sigit Pramono, menjelaskan dalam perkembangannya diusung prinsip governansi, yaitu perilaku beretika, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.

"Di tengah suasana ini, pelatihan etika penting, kami berharap bisa tukar pikiran terkait governansi publik manajemen dan inovasi daerah," ucap Sigit.

IIPG merupakan mitra strategis yang mendukung reformasi tata kelola (governansi) publik demi tercapainya kinerja terbaik dengan mempertahankan sinergi dan harmonisasi peran multisektor (swasta dan publik). Salah satu tujuan IIPG yakni membantu sektor publik dalam melakukan reformasi birokrasi. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Masa Depan Bursa Dipertaruhkan

10 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Luar Negeri
Prancis Konfirmasi Kasus Eb...

Data Biometrik SIM Benarkah Mampu Meningkatkan Keamanan

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Data Biometrik SIM Benarkah...
Daerah
Perilaku Konsumtif dan Kebi...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.