10 Spesies Trilobita Baru Mengungkap Rahasia Superbenua Kuno Gondwanaland
📅 Rabu, 29 Nov 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Wikimedia Commons
Penemuan sepuluh spesies trilobita baru di Thailand yang berasal dari 490 juta tahun yang lalu, memberi wawasan unik tentang sejarah geologi Bumi dan superkontinen kuno Gondwanaland.
Trilobit atau trilobita (trilobite) adalah kelompok fosil artropoda laut yang sudah punah. Kelompok ini merupakan salah satu kelompok artropoda paling awal di Bumi dengan waktu pertama kemunculannya pada 250 juta tahun silam.
Hasil penelitian baru tentang hewan yang telah punah ini adalah sepuluh spesies trilobita yang baru ditemukan. Hewan-hewan ini tersembunyi selama 490 juta tahun di wilayah Thailand yang jarang dipelajari. Hal ini mungkin merupakan bagian yang hilang dari teka-teki rumit geografi dunia kuno.
Trilobita memiliki kepala berbentuk setengah bulan yang bernapas melalui kaki mereka. Monograf setebal 100 halaman di jurnal Inggris memberi rincian mendalam tentang spesies baru ini, termasuk spesies baru ini yang diberi nama untuk menghormati Putri Kerajaan Thailand, Maha Chakri Sirindhorn.
Fosil trilobita yang ditemukan di Thailand tersebut terperangkap di antara lapisan abu membatu di batu pasir. Material itu adalah hasil letusan gunung berapi purba yang mengendap di dasar laut dan membentuk lapisan hijau yang disebut tufa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tufa atau tuf merupakan batu putih, sejenis batuan piroklastik yang mengandung debu vulkanik yang dikeluarkan selama letusan gunung berapi. Setelah ejeksi dan pengendapan, abu tersebut mengalami litifikasi menjadi batuan padat.
Tidak seperti beberapa jenis batuan atau sedimen lainnya, tufa mengandung kristal zirkon mineral yang terbentuk selama letusan. Sesuai dengan nama batuannya, lapisan abu yang membatu tersebut bersifat keras.
Zirkon stabil secara kimia serta tahan panas dan cuaca. Ini sama kerasnya dengan baja dan bertahan ketika mineral dalam jenis batuan lain terkikis. Di dalam kristal zirkon yang tangguh ini, atom-atom uranium secara bertahap membusuk dan berubah menjadi atom timbal.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita dapat menggunakan teknik radioisotop untuk mengetahui kapan zirkon terbentuk dan dengan demikian mengetahui usia letusan serta fosilnya," kata Nigel Hughes, salah satu penulis monografi dan profesor geologi UC Riverside dikutip dariScitechDaily.
Dalam sejarah jarang ditemukan tufa dari periode waktu tertentu, seperti pada periode akhir Kambrium antara 497 dan 485 juta tahun yang lalu. "Tidak banyak tempat di dunia yang memiliki hal ini. Ini adalah salah satu interval waktu terburuk dalam sejarah Bumi," kata Hughes.
"Tufa akan memungkinkan kita untuk tidak hanya menentukan usia fosil yang kami temukan di Thailand, namun juga untuk lebih memahami bagian dunia seperti Tiongkok, Australia, dan bahkan Amerika utara di mana fosil serupa telah ditemukan pada batuan yang tidak dapat diberi usianya," kata Shelly Wernette, mantan ahli geologi lab Hughes yang sekarang di Texas State University, dan penulis pertama monografi tersebut.
Informasi Berharga
Fosil trilobita tersebut ditemukan di pesisir sebuah pulau bernama Ko Tarutao. Jaraknya sekitar 40 menit ke barat daya dari daratan melalui perahu berkecepatan tinggi dan merupakan bagian dari situs geopark UNESCO. Statusnya ini membuat tim ilmuwan internasional terdorong untuk bekerja di kawasan ini.
Bagi Wernette, penemuan paling menarik adalah 12 jenis trilobita yang pernah terlihat di belahan dunia lain, namun belum pernah terlihat di Thailand sebelumnya. "Kami sekarang dapat menghubungkan Thailand ke beberapa bagian Australia, sebuah penemuan yang sangat menarik," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!