Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penerapan Prinsip Persatuan dalam Keberagaman Sejak Dini Lahirkan Generasi  Cinta Damai

📅 Selasa, 28 Nov 2023, 20:29 WIB | Oleh:
Penerapan Prinsip Persatuan dalam Keberagaman Sejak Dini Lahirkan Generasi  Cinta Damai Doc: istimewa
Ket. keberagaman

JAKARTA - Tahun ini dunia memperingat 75 tahun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights/UDHR). Seluruh warga dunia diharapkan memiliki peran positif dalam memajukan Hak Asasi Manusia (HAM, dan terus menjalani kehidupan berdasarkan prinsip-prinsip tersebut sehingga dunia menjadi semakin baik.

Sebagai penyedia penyedia pendidikan kelas dunia dan sekolah interkultural Sampoerna Academy menyatakan telah sering menggelar program terkait pengembangan karakter anak sejak dini. Seperti perayaan United Nation Day (UN DAY) lalu sekolah ini turur mengusung tema global, yaitu Equality, Freedom and Justice for All.

"Tema tersebut melambangkan dan menyuarakan hak asasi manusia serta perjuangan menuju kesetaraan, kebebasan dan keadilan sesuai dengan relevansinya terhadap anak, untuk mencapai persatuan dalam keberagaman," kata Kepala Sekolah Sampoerna Academy Kampus BSD Aisha Bibi, melalui siaran pers Selasa (28/11).

Ia menerangkan, pemilihan tema kali ini juga relevan dengan 75 tahun UDHR. Tahun ini Sampoerna Academy memperkenalkan prinsip dasar solidaritas, inklusivitas, dan cinta damai pada anak sejak dini harus menjadi komitmen institusi pendidikan.

"Sampoerna Academy secara konsisten terus mengenalkan keberagaman budaya sejak dini demi mendorong mereka memiliki pikiran yang terbuka terhadap dunia. Hal ini sangat diperlukan bagi mereka dalam pembentukan karakter sehingga mereka dapat menjadi individu yang berpartisipasi dalam perdamaian dunia," ungkap Aisha.

Sampoerna Academy menerapkan pembelajaran yang berfokus pada pedagogi STEAM yang memandu siswa untuk menjadi pembelajar seumur hidup(lifelong learner)sehingga mampu bersaing, unggul, serta menjadi pemimpin masa depan. Dalam memperkenalkan keberagaman, Sampoerna Academy menggunakan konsephome country, adopted countrydanhouse countrysehingga dapat lebih mudah dipahami karena para murid berasal dari berbagai daerah maupun negara.

Semangat keberagaman dan persatuan ini dirayakan oleh Sampoerna Academy dengan beberapa kegiatan di masing-masing sekolah, yaitu parade bendera, kesenian, pakaian, makanan, serta kerajinan tangan dari berbagai negara. Ini tentunya memaknai semangat menghargai keberagaman oleh para siswa, salah satunya di Sampoerna Academy Kampus BSD ini.

"Para siswa dari tingkat Early Learning/PAUD hingga Sekolah Menengah Pertama sangat antusias berpartisipasi mewakili berbagai negara di dunia dengan memperkenalkan pakaian tradisional, makanan, serta kerajinan tangan dari negara tersebut. Selain itu para siswa juga menunjukkan bakat dan kreativitas melalui tarian dan drama musikal dari berbagai negara," tambah Aisha.

Sampoerna Academy melibatkan pihak eksternal untuk menegaskan komitmennya dalam membentuk karakter anak dengan pemikiran global melalui acara Mommy & Me. Acara ini menghadirkan berbagai aktivitas menarik, seperti InteractiveStory TimedanArt Tim (Making Earth Craft)yang dapat mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan budaya.

Aktivitas lainnya adalahSensory Playyang dapat membantu anak mengembangkan rasa empati dan toleransi. Terakhir adalah aktivitasGym Time (Ribbon Dance)yang dapat mengajarkan anak berpikir kritis dan kreatif.

Rangkaian kegiatan dan tema keberagaman (diversity) yang diangkat diharapkan dapat menanamkan kesadaran para orang tua akan pentingnya pembentukan karakter anak dengan pemikiran global dan membantu anak memahami keberagaman budaya, sehingga anak dapat beradaptasi dengan keberagaman budaya di masa depan.

"Melalui berbagai program yang telah kami lakukan, harapan kami dapat terus menanamkan konsep keberagaman dan menghargai perbedaan secaraopen minded, demi terwujudnya persatuan dan perdamaian dunia. Sebagai lembaga pendidikan, kami selalu membantu dan memfasilitasi siswa untuk berpikir lebih holistik dan mendorong mereka menjadi pemecah masalah untuk membentuk karakter menjadi warga dunia," tutup Aisha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.