Indonesia Pengguna Pestisida Terbesar ke-3 Dunia, Riset Soal Dampaknya Masih Minim
📅 Selasa, 28 Nov 2023, 15:22 WIB | Oleh: Tim PenulisPerlu lebih banyak riset dan regulasi yang ketat
Untuk menerapkan studi?ecotoxicogenomics kita membutuhkan informasi genom dan protein yang lengkap. Selain itu, kita juga memerlukan sampel dan bacaan sequence yang berkualitas tinggi untuk mengurangi kesalahan dan bias.
Di Indonesia, bidang ini belum banyak diaplikasikan. Akan tetapi, informasi genom dan protein hewan model tersedia secara luas di dunia maya dan sebagian besar dapat diakses dengan mudah dan gratis.
Layanan aplikasi biologi molekuler seperti RNA-seq pun sudah bisa diakses dan dilakukan di tanah air, sehingga Indonesia pun mulai dapat menerapkan bidang ilmu ecotoxicogenomics ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bidang ini pun masih terus berkembang di dunia. Laboratorium yang mempelajari bidang ini pun semakin berkembang.
Untuk mencegah penggunaan pestisida berlebihan, kita dapat melakukan pendidikan dan penyuluhan kepada stakeholder pertanian, para petani, dan juga konsumen bahan pertanian. Sebuah riset di Pulau Jawa dan Sumatra menunjukkan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggunakan pestisida secara aman.
Selain riset, pemerintah seharusnya mulai memperbaiki sistem pemakaian pestisida dengan memperbaiki regulasi dan memperketat standar pendaftaran pestisida komersial.![]()
Sebaiknya Anda baca juga:
Pijar Religia, Specially Appointed Researcher, Osaka University
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!