Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Situs Cipari, Temuan Artefak dari Era Zaman Batu

📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Museum

Hasil-hasil temuan itu menggambarkan masyarakat pada zaman tersebut, di mana telah mengenal perunggu serta memiliki keahlian bercocok tanam dan berorganisasi dengan baik. Adanya batu melingkar yang disebut dengan Batu Temu Belah menandakan nenek moyang sering berkumpul untuk bermusyawarah.

Temuan lain berupa altar atau dolmen menandakan masyarakat saat itu memiliki kepercayaan akan adanya kehidupan setelah kematian. Batu tersebut berupa meja batu tempat menaruh sesajen yang akan dipersembahkan pada roh.

Situs Purbakala Cipari juga bisa dijumpai adanya menhir atau batu tinggal berukuran besar dengan tinggi 2,5 meter berbentuk tugu tegak di atas tanah. Ini menandakan mereka telah mengenal upacara pemujaan. Bersama dolmen, betuan ini digunakan sebagai alat komunikasi dengan roh orang-orang yang telah meninggal.

Kepercayaan pada roh orang meninggal merupakan bagian dari kebudayaan animisme dan dinamisme. Kepercayaan animisme merupakan sebuah sistem pemujaan terhadap roh leluhur. Sedangkan kepercayaan dinamisme adalah kepercayaan pada kekuatan benda-benda tertentu yang dinilai memiliki kekuatan magis, sehingga benda itu dikultuskan dan dikeramatkan.

Kemudian ada pula temuan tiga peti kubur batu atau sarkofagus untuk penguburan orang yang meninggal atau seperti peti mati pada zaman ini. Di dalamnya terdapat bekal kubur berupa gelang batu, gerabah, dan kapak batu.

Semua peti kubur masih tersusun dengan baik di tempat semula. Yang unik semua peti kubur mengarah ke timur laut atau barat daya. Hal menandakan konsep kepercayaan mereka terkait dengan alam seperti matahari dan bulan yang menjadi pedoman hidup manusia dari lahir hingga meninggal.

Bangunan museum dengan tiket masuk 5.000 rupiah berada di tengah komplek ini tampak sederhana. Sedangkan artefak yang tersimpan di Situs Purbakala Cipari adalah fragmen tembikar seperti periuk, kendi, piring, pedupaan, cawan, gelang batu, serta tulang hewan dari penggalian peti kubur. Di sini juga ditemukan alat seperti beliung persegi untuk menumbuk biji-bijian, kapak perunggu untuk bercocok tanam dan berburu.

Kelebihan lain museum Cipari ini terdapat sebuah aplikasi baru bernama AR CIPARI. Aplikasi ini memanfaatkan teknologiaugmented realityyaitu sebuah teknologi yang menggabungkan dunia maya 3D dengan lingkungan nyata. Pada aplikasi ini akan menampilkan objek 3D benda-benda purbakala di museum Cipari. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban
    Preview komentar:
    Wa Call Center perihal kendala tarik tunai Bank ...
    Wa Call Center perihal kendala tarik tunai Bank ...
  • Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng
    Preview komentar:
    Wa Call Center layanan blokir kartu ATM Bank ...
    Wa Call Center layanan Blokir kartu ATM Bank ...
  • Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain
    Preview komentar:
    Wa Call Center layanan buka blokir Ollin by ...
    Wa Call Center layanan buka blokir Ollin by ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Daerah
Tim SAR Gabungan Temukan Se...
Olahraga
De Zerbi Minta Maaf atas Ke...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.