Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Situs Cipari, Temuan Artefak dari Era Zaman Batu

📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Situs Cipari,  Temuan Artefak  dari Era Zaman Batu Doc: kemdikbud.go.id

Masyarakat prasejarah memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. Manifestasi dari kepercayaan ini dapat dilihat di Situs Purbakala Cipari di Kuningan yang mencerminkan kehidupan zaman batu periode era neolitikum dan megalitikum antara 1.000 hingga 500 SM.

Gunung Ciremai membuat wilayah di sekitarnya termasuk Kabupaten Kuningan Jawa Barat memiliki tanah yang subur. Karena suburnya, tempat ini diyakini telah dihuni manusia sejak zaman prasejarah dibuktikan dengan keberadaan Situs Purbakala Cipari.

Situs Purbakala Cipari terbagi menjadi dua bagian yaitu monumen di bagian luar dan museum di bagian dalam. Lokasinya berada di kaki Gunung Ciremai arah tenggara, dengan elevasi pada ketinggian 661 meter dari permukaan laut (mdpl). Sedangkan jaraknya dari pusat Kota Kuningan sekitar empat kilometer saja.

Situs prasejarah yang berada di Kampung Cipari, Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur ini, dalam perjalanannya mengalami dua periode prasejarah yaitu neolitikum dan megalitikum, antara 1000 hingga 500 sebelum masehi (SM). Hal ini berdasarkan analisis litologi, stratigrafi, dan kelompok-kelompok benda temuan yang ada.

Secara teori, zaman neolitikum atau batu muda adalah fase atau tingkat kebudayaan pada zaman prasejarah dengan ciri-ciri berupa unsur kebudayaan seperti peralatan dari batu yang diasah, pertanian menetap, peternakan, dan pembuatan tembikar. Fase ini dimulai pada sekitar milenium ke-10 sebelum masehi.

Sedangkan era megalitikum atau batu besar didasarkan pada beberapa peninggalan yang dihasilkan berupa batuan-batuan besar. Contohnya seperti menhir, dolmen, kubur peti batu, sarkofagus, waruga, punden berundak, dan patung-patung.

Selain itu budaya megalitikum memiliki ciri antara lain penggunaan benda-benda logam, gerabah, kayu, dan manik-manik. Penyertaan bekal kubur seperti manik-manik atau senjata juga berkembang kuat pada zaman tersebut.

Penemuan Situs Purbakala Cipari bermula ketika seorang petani bernama Wijaya sedang menggarap ladang. Kala itu tahun 1972, cangkulnya terantuk batu yang setelah digali lebih lanjut mirip dengan kubur batu yang dipamerkan di Gedung Cagar Budaya Paseban Tri Panca Tunggal di Cigugur sebelumnya.

Setelah dilaporkan ke pemerintah, tim survei sejarah dan purbakala Kuningan kemudian melakukan penelitian dan penggalian percobaan pada 1975. Penemuan tersebut langsung dilaporkan pada Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional di Jakarta.

Selanjutnya dilakukan penelitian kembali dan penggalian total dilakukan oleh arkeolog Teguh Asmara MA dari Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional di Jakarta yang dibantu oleh para mahasiswa arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM), menemukan peti kubur batu yang kedua.

Dari penggalian di situ seluas 700 meter persegi berhasil menemukan peti kubur batu, kapak, batu, gelang, dan gerabah kuno. Dari penemuan yang cukup lengkap ini kemudian pada 1976 dibangun sebuah museum. Tujuan pembangunan museum tersebut untuk menyimpan, merawat, dan memamerkan benda-benda hasil temuan di Situs Cipari kepada umum.

Pada 23 Februari 1978, museum diresmikan oleh Profesor Dr Syarif Thayeb, selaku Menteri Pendidikan pada saat itu.

Pada awalnya bangunan museum tampak sederhana, denahnya oval memanjang dengan dikelilingi kaca. Atapnya masih terbuat dari ijuk dan berbentuk serupa perahu terbalik, di dalamnya terdapat pajangan artefak prasejarah yang ditampilkan dari lemari kaca.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

21 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.