Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penertiban Kabel Semrawut di Jakarta Masih Fokus di Jalan Raya

📅 Jumat, 24 Nov 2023, 12:10 WIB | Oleh:
Penertiban Kabel Semrawut di Jakarta Masih Fokus di Jalan Raya Doc: ANTARA/ Donny Aditra
Ket. Plt. Kadis Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo (tiga kiri) saat memimpin pemotongan kabel semrawut di Jakarta Selatan, Kamis (23/11).

Jakarta -- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan bahwa penertiban kabel semrawut di Jakarta masih berfokus di jalan raya yang sudah memiliki main hall atau kotak utilitas.Hal itu disampaikannya saat memimpin pemotongan 45 kabel fiber optik bersama Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Munjirin di Jalan Senopati,Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis."Sementara kami lakukan penertiban di jalan utama yang sudah ada main hall utilitasnya, sedangkan di lingkungan lebih kecil kan belum ada," kata Heru.Meski begitu dirinya mengimbau jika operator ingin membangun kabel jaringan, maka mulai hari ini harus dibangun di dalam tanah dan tidak lagi membentang di udara.

Heru menambahkan hingga saat ini main hall yang paling banyak ada di wilayah Jakarta Selatan dengan total jalur yang terpasang sudah mencapai 6 kilometer.

Kawasan yang sudah 100 persen selesai ditata ke dalam Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) ada di kawasan Mampang Prapatan.Ia mengaku tidak bisa menargetkan kapan keseluruhan kabel semrawut akan selesai dipindahkan ke dalam SJUT, karena itu semua tergantung dengan kotak utilitas yang harus sudah selesai dibangun terlebih dahulu.

"Begitu main hall-nya selesai, maka yang di atas kami pindahkan ke bawah," ungkap Heru.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta juga terus mengimbau kepada operator pemilik kabel agar segera menata jaringannya sebelum dilakukan pemotongan secara paksa.Diketahui, Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) adalah program menempatkan jaringan utilitas seperti kabel fiber optik, PLN dan sejenisnya secara terpadu yang terletak di bawah permukaan tanah sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 69 Tahun 2020.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.