Studi: Lubang Ozon di Antartika Semakin Lebar pada Pertengahan Musim Semi
📅 Kamis, 23 Nov 2023, 00:04 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SAnalisis tersebut tidak menyertakan data dari tahun 2002 dan 2019. "Ketika pecahnya pusaran kutub secara tiba-tiba menyebabkan lubang ozon menjadi lebih kecil secara signifikan," tambah Kessenich.
Ilmuwan ozon terkemuka Susan Solomon, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan lbahwa penelitian ini harus dilihat dari sudut pandang bahwa "beberapa tahun terakhir ini sangat tidak biasa".
Solomon memimpin penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa lubang ozon pada tahun 2020 menjadi 10 persen lebih luas akibat kebakaran hutan besar-besaran pada Black Saturday di Australia.
Letusan dahsyat gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai di lepas pantai Tonga pada tahun 2022 juga diyakini telah mempengaruhi tingkat ozon saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pakar di Pusat Penelitian Perubahan Iklim Universitas New South Wales, Australia, Martin Jucker, tidak yakin dengan hasil penelitian tersebut.
"Dipertanyakan bagaimana penulis dapat menghapus tahun 2002 dan 2019 dari catatan tetapi tidak tahun 2020 hingga 2022, mengingat tahun-tahun tersebut terbukti didominasi oleh peristiwa-peristiwa yang sangat istimewa dan langka," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!