Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Langkah Strategis! Inggris Tertarik Kawal Transisi Energi Indonesia, Kata Wakil Ketua MPR

📅 Kamis, 08 Mei 2025, 19:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Langkah Strategis! Inggris Tertarik Kawal Transisi Energi Indonesia, Kata Wakil Ketua MPR Doc: Antara
Ket. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menerima Utusan Khusus Inggris bidang Perubahan Iklim Rachel Kyte dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (8/5).

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengatakan bahwa Inggris tertarik mendukung transisi energi baru dan terbarukan yang menjadi rencana pembangunan jangka panjang di Indonesia, setelah bertemu dengan Utusan Khusus Pemerintah Inggris di bidang perubahan iklim, Rachel Kyte.

Dia menjelaskan bahwa Indonesia sedang membangun sumber energi terbarukan sebesar 70 gigawatt yang ditargetkan bakal tercapai dalam 10 tahun ke depan. Untuk pembangunan tersebut, tentunya Indonesia membutuhkan investasi.

"Dia kagum melihat kegigihan Indonesia dalam melaksanakan program transisi energinya dan kesungguhan Indonesia yang memiliki program dan memiliki rencana-rencana serta kebijakan jangka panjang," kata Eddy usai menerima Utusan Inggris di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (8/5).

Menurut dia, Kyte berharap Indonesia memiliki produk legislasi yang bisa mendukung transisi energi. Lantas dia mengungkapkan bahwa DPR saat ini sedang memproses Rancangan Undang-Undang tentang Energi Baru dan Energi Terbarukan.

"Agar itu bisa segera kita bisa jadikan sebagai payung hukum kita untuk menjalankan transisi energi ke depan," kata dia.

Selain soal transisi energi listrik, dia juga membahas potensi pengembangan pasar karbon di Indonesia karena memiliki potensi yang sangat besar. Menurut dia, kekayaan alam hutan yang besar, lahan gambut hingga bakau, menjadi penunjang potensi pasar karbon.

"Termasuk juga penanganan sampah ketika, kita belum mampu mengolah penanganan sampah kita, itu juga karbon positif yang bisa kemudian kita dagangkan ke depannya," kata dia.

Menurut dia, investasi untuk program transisi energi di Indonesia itu membutuhkan nilai yang besar. Dengan begitu, dia mengatakan bahwa pemerintah Indonesia tidak bisa bekerja sendiri dalam pengembangannya, termasuk membutuhkan dukungan teknologi.

"Jadi investasi dalam konteks teknologi itu juga tadi dibahas, bagaimana Inggris bisa berkontribusi terhadap teknologi yang dibutuhkan untuk transisi energi Indonesia," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.