Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemanfaatan Nikel Dinilai Perlu untuk Diperluas

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 13:57 WIB | Oleh:
Pemanfaatan Nikel Dinilai Perlu untuk Diperluas Doc: Muhamad Ma'rup
Ket. Group CEO PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), Derian Sakmiwata, usai acara Electronic Vehicle and Battery Conference 2023 di Jakarta, Rabu (22/11).

JAKARTA - Pemanfaatan nikel dinilai perlu untuk diperluas. Hal tersebut melihat masih ada kekosongan industri pengolah nikel secara keseluruhan, padahal Indonesia memiliki cadangan nikel berlimpah.

"Jadi memang pemerintah perlu duduk bareng mengajak indsutri-indsutri terkait pemanfaatan nikel. Jujur saja nikel ini manfaatnya sangat banyak," ujar Group CEO PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), Derian Sakmiwata, usai acara Electronic Vehicle and Battery Conference 2023 di Jakarta, Rabu (22/11).

Dia menyebut, peluang positif terhadap nikel saat ini ada pada perkembangan kendaraan listrik baik di Indonesia maupun dunia. Menurutnya, peluang positif terhadap nikel ini dilihat dari posisi Indonesia menjadi salah satu negara penghasil nikel terbesar di dunia.

"Nikel itu merupakan salah satu bahan yang paling dicari saat ini. Nikel itu dibutuhkan untuk besi baja antikarat dan sekarang sangat dibutuhkan untuk baterai mobil listrik," jelasnya.

Hilirisasi Nikel

Derian menerangkan, pemanfaatan nikel sangat penting dalam ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Pemanfaatannya mesti lebih masif agar mampu mempercepat pengurangan emisi karbon.

Dia memastikan, pihaknya turut mendukung dunia hilirisasi di Indonesia. Menurutnya, pemanfaatan nikel jangan hanya fokus menambang saja. "Saya berharap banyak perusahaan-perusahaan nasional lainnya yang ikut mengembangkan. Jadi tidak harus berpikir untuk menambang tok. Tapi ya ikut mengembangkan hilirisasi ini," tandasnya.

Sebagai informasi, Electronic Vehicle and Battery Conference menjadi agenda tahunan Conference of the Parties (COP 28) ini berlangsung di Uni Emirat Arab pada November-Desember 2023. Salah satu isu yang mengemuka dalam COP 28 adalah percepatan transisi ke sumber energi bersih untuk memangkas emisi gas rumah kaca.

Direktur Industri Logam, Kementerian Perindustrian, Liliek Widodo mengatakan, Indonesia sudah mampu mengolah nikel menjadi pyrometallurgy dan hydrometallurgy. Dia berharap industri mau berinvestasi untuk memperluas pemanfaatan nikel.

"Memang ada beberapa pemanfaatan yang belum bisa, sehingga kita berharap industri bisa berinvestasi di situ," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya telah memproyeksi kebutuhan nikel ke depannya. Pada tahun 2025, kebutuhan nikel sebanyak 25 ribu ton, 2030 sebanyak 37 ribu ton, dan 2035 sebanyak 59 ribu ton. "Cadangan nikel banyak. Ini bisa kita penuhi dengan kemampuan dalam negeri," ucapnya. (ruf)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.