Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Gencarkan Gerakan Makan Ikan

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Gencarkan Gerakan Makan Ikan Doc: ANTARA/HO-Pemprov Bali
Ket. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bali Putu Sumardiana saat menyuapi siswa dengan lauk ikan peringatan Hari Ikan Nasional di Denpasar, Rabu (22/11/2023).

Denpasar - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menggencarkan gerakan makan ikan setiap hari agar tingkat konsumsi ikan di Pulau Dewata meningkat karena saat ini angka konsumsi ikan masih di bawah angka nasional.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bali Putu Sumardiana dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Rabu, menyampaikan bahwa saat ini tingkat konsumsi ikan di Bali masih rendah bahkan lebih rendah dari konsumsi ikan tingkat nasional, di mana secara nasional sudah mencapai 59 kg/kapita per tahun, sedangkan di Bali 45,87 kg/kapita per tahun dari catatan 2022.

"Untuk itu, gerakan makan ikan setiap hari harus terus dilakukan agar tumbuh kesadaran masyarakat akan manfaat ikan dan mengonsumsinya sebagai sumber protein sehari-hari," kata Sumardianasaat peringatan Hari Ikan Nasional Tahun 2023 yang diadakan di UPTD P2B Sangeh.

Ia menjelaskan, ikan sebagai salah satu sumber protein hewani mengandung asam lemak tak jenuh seperti omega, yodium, selenium, fluorida, zat besi, magnesium, zink, taurin, serta coenzyme Q10, di mana kandungan omega-3 pada ikan bahkan jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani lain seperti daging sapi dan ayam.

Dalam upaya meningkatkan tingkat konsumsi ikan, Pemprov Bali juga berniat memberi edukasi manfaat ikan dan cara mengolah yang tidak melulu harus digoreng kepada orang tua, sehingga mereka rutin menjadikan ikan sebagai menu makan utama keluarga.

Sumardiana menjelaskan bahwa ikan yang dapat dikonsumsi tidak terbatas pada ikan yang mahal, karena masih ada pilihan ikan yang murah namun memiliki kandungan protein dan omega tinggi.

"Gerakan membumikan makan ikan terus kita gelorakan, masih ada kesan ikan itu amis, mahal, dan pengolahannya susah. Padahal ikan yang protein dan omeganya tinggi tidak mesti salmon, ikan seperti lemuru, lele, kembung harganya tidak mahal," ujarnya.

"Di samping itu pengolahan ikan tidak hanya digoreng sebetulnya, satu ikan bisa dibuat dengan berbagai macam olahan yang lezat untuk keluarga," sambungnya.

Dalam peringatan Hari Ikan Nasional itu Sumardiana tak hanya mensosialisasikan upaya peningkatan konsumsi ikan, namun juga memberikan makanan tambahan berbahan ikan kepada anak sekolah, pemberian paket gemar ikan, lomba memasak serba ikan, serta lomba memancing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.