Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prof Dr Tjandra Yoga Aditama: Separuh Penduduk Dunia Berisiko Terjangkit Dengue

📅 Selasa, 21 Nov 2023, 18:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prof Dr Tjandra Yoga Aditama: Separuh Penduduk Dunia Berisiko Terjangkit Dengue Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Prof Dr Tjandra Yoga Aditama

JAKARTA - Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr Tjandra Yoga Aditama mengemukakan separuh penduduk dunia berisiko terjangkit dengue.

"Sekitar separuh penduduk dunia berisiko mendapat dengue, dengan perkiraan sampai 100--400 juta infeksi di dunia setiap tahunnya," kata Tjandra Yoga Aditama dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (21/11).

Menurut informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang terbit pada Maret 2023, kata Tjandra, dengue adalah infeksi virus DENV yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Ada empat tipe virus dengue, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu mengemukakan dengue memiliki gejala klinik bervariasi, mulai dari yang ringan, berat, sampai kematian.

WHO menyatakan bahwa insiden dengue meningkat secara dramatis dalam dekade terakhir di dunia, dari 505.430 kasus di tahun 2000 melonjak menjadi 5,2 juta pada tahun 2019, kata Tjandra menambahkan.

"Data lain berdasar modelling memperkirakan terjadinya 390 juta infeksi dengue per tahunnya di dunia, hanya sekitar 96 juta di antaranya yang bermanisfestasi secara klinik dengan jelas," kata dia.

Tjandra yang juga mantan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan mengatakan cukup banyak kasus dengue yang tidak terdiagnosis dengan baik dan hanya disebut sebagai penyakit demam (febrile illnesses).

"Satu penelitian lain lagi bahkan menyebutkan bahwa ada sekitar 3,9 miliar penduduk dunia yang berisiko terinfeksi virus dengue. WHO menyatakan bahwa dengue tercatat sebagai penyakit endemik di lebih dari 100 negara di dunia," kata dia.

Selain itu, WHO juga menyebutkan bahwa 70 persen kasus dengue di dunia terjadi di benua Asia, termasuk Indonesia sebagai salah satu dari 30 negara di dunia yang endemik tinggi dengue.

Berdasarkan laporan terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang terbit pada 10 September 2023, angka kasus dengue di Indonesia meningkat sekitar 25.000 per 100.000 penduduk di tahun 2012 menjadi 52.000 per 100.000 penduduk di tahun 2022.

Bahkan, kenaikan angka juga terjadi pada kasus kematian. Tercatat, di tahun 2018 case fatality rate dengue di Indonesia sebesar 0,71 persen, yang meningkat jadi 0,86 persen di tahun 2022.

Menurut WHO pencegahan dan pengendalian dengue bergantung pada strategi pengendalian vektor nyamuk. Laman Dengue WHO terbaru Maret 2023 menyebutkan upaya menghindari gigitan nyamuk Aedes Aegepty penyebab dengue antara lain dengan berpakaian yang tertutup, penggunaan kelambu saat tidur siang, penggunaan mosquito repellents yang mengandung DEET, Picaridin atau IR3535.

"Kalau sudah jatuh sakit, maka tidak ada obat yang spesifik untuk membunuh virus dengue," kata Tjandra.

Ia menambahkan deteksi awal dan akses pada pelayanan kesehatan yang baik merupakan kunci utama untuk menurunkan angka kematian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

21 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.