Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Musim Hujan, Pemprov DKI Jakarta Waspadai Kasus Superflu dan DBD

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 11:36 WIB | Oleh:
Musim Hujan, Pemprov DKI Jakarta Waspadai Kasus Superflu dan DBD Doc: Antara Foto
Ket. Petugas melakukan pengasapan untuk mencegah mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di SDN Pasar Minggu 03, Jakarta Selatan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewaspadai munculnya kasus superflu dan demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan saat ini 

“Saya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan selalu memantau dua hal. Satu yang berkaitan dengan superflu, yang satu berkaitan dengan DBD,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Pusat, Selasa.

Kendati demikian, hingga kini  kasus superflu belum ditemukan di Jakarta. Pramono pun berharap agar Jakarta terbebas dari penyakit tersebut meski sedang musim hujan.

Untuk kasus DBD, Pramono mengatakan, peningkatan kasus penyakit tersebut cukup banyak terjadi di Jakarta Barat (Jakbar) dan Jakarta Utara (Jakut).

Namun Pramono meyakini Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta bisa menangani hal tersebut dengan baik.

“Kalau DB saya yakin untuk penanganan di Jakarta sudah berjalan cukup baik. Apalagi fasilitas kita, hal yang berkaitan dengan DB, baik itu Puskesmas Pembantu, Puskesmas, Rumah Sakit, semuanya sudah ada untuk rujukannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakbar, Sahruna telah mengungkapkan tren kasus DBD di Jakarta Barat menunjukkan peningkatan pada Oktober sampai Desember 2025.

Sementara untuk Januari 2026 hingga 15 Januari pukul 16.00 WIB, tercatat 19 kasus DBD di Jakarta Barat.

Untuk periode tanggal 1 hingga 15 Januari 2026, kasus terbanyak berada di Kebon Jeruk dengan tujuh kasus, yang kemudian disusul empat kasus dari Kembangan.

“Untuk di Kalideres tiga kasus, Tambora dua kasus serta masing-masing satu kasus di Taman Sari, Grogol Petamburan dan Cengkareng. Sementara di Palmerah dilaporkan nihil kasus DBD,” katanya.

Ia menyebutkan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi iklim pada Januari 2026 bisa memicu perkembangan nyamuk Aedes Aegypti.

“Kelembaban udara diperkirakan mencapai 82 persen, berada dalam rentang kelembaban optimum nyamuk, yakni 71-83 persen, dengan suhu berkisar 24 hingga 31 derajat Celsius,” katanya.

Upaya pengendalian DBD terus dilakukan melalui pemantauan vektor atau jentik nyamuk dengan mengutamakan peran serta masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

22 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.