Permukaan Laut Naik, Maladewa Akan Bangun Pulau-pulau Benteng
📅 Selasa, 21 Nov 2023, 11:19 WIB | Oleh: Tim PenulisMeskipun tembok-tembok seperti benteng yang mengelilingi pemukiman padat dapat menahan ombak, nasib pulau-pulau pantai yang dikunjungi wisatawan masih belum pasti.
Pariwisata menyumbang hampir sepertiga perekonomian negara ini, menurut Bank Dunia.
Pendahulu Nasheed, Maumoon Abdul Gayoom, adalah orang pertama yang memperingatkan kemungkinan "kematian suatu bangsa", memperingatkan PBB pada 1985 tentang ancaman kenaikan permukaan laut yang terkait dengan perubahan iklim.
Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) PBB memperingatkan pada 2007 bahwa kenaikan permukaan air laut 18-59 sentimeter akan membuat Maladewa hampir tidak dapat dihuni pada akhir abad ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lampu peringatan sudah berkedip merah.
Ketakutan Gayoom akan negaranya kehabisan air minum telah menjadi kenyataan. Meningkatnya kadar garam merembes ke daratan dan merusak air yang dapat diminum.
"Setiap pulau di Maladewa kehabisan air bersih," kata Shauna Aminath (38), Menteri Lingkungan Gidup pemerintahan Muizzu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hampir seluruh dari 187 pulau berpenghuni di kepulauan ini bergantung pada pabrik desalinasi yang mahal, katanya kepada AFP.
"Menemukan cara untuk melindungi pulau-pulau kami telah menjadi bagian besar dari upaya kami beradaptasi terhadap perubahan ini," kata Aminath.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!