Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Permukaan Laut Naik, Maladewa Akan Bangun Pulau-pulau Benteng

📅 Selasa, 21 Nov 2023, 11:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Permukaan Laut Naik, Maladewa Akan Bangun Pulau-pulau Benteng Doc: uosdsign.org
Ket. Maladewa, negara kepulauan kecil di Samudra Hindia terancam ditelan laut.

MALE - Maladewa dan kepulauan di Samudera Hindia terancam dibanjiri air laut yang naik ke permukaan. Presiden baru Mohamed Muizzu membatalkan rencana merelokasi warganya.

Sebaliknya, Presiden Muizzu berjanji akan melawan gelombang tsunami melalui reklamasi lahan yang ambisius dan membangun pulau-pulau yang lebih tinggi. Namun, kelompok lingkungan hidup dan hak asasi manusia memperingatkan kebijakan ini dapat memperburuk risiko banjir.

Destinasi liburan kelas atas ini terkenal dengan pantai pasir putihnya, laguna yang biru kehijauan, dan terumbu karang yang luas. Namun rangkaian 1.192 pulau kecil ini berada di garis depan krisis iklim dan kini berjuang untuk bertahan hidup.

Mantan presiden Mohamed Nasheed memulai pemerintahannya15 tahun lalu dengan memperingatkan warganya bahwa mereka mungkin akan menjadi pengungsi lingkungan hidup pertama di dunia yang perlu relokasi ke negara lain.

Dia ingin Maladewa menabung untuk membeli tanah di negara tetangga: India, Sri Lanka, bahkan Australia.

Namun Muizzu (45), ketika meminta bantuan dana asing sebesar 500 juta dolar AS untuk melindungi pantainya yang rentan, mengatakan, warganya tidak akan meninggalkan Tanah Air mereka.

"Jika kita perlu menambah kawasan untuk tempat tinggal atau kegiatan ekonomi lainnya, kita bisa melakukannya," Muizzu berbicara kepada AFP dari ibu kota Male yang padat, yang dikelilingi tembok laut beton.

"Kami mandiri untuk menjaga diri kami sendiri," katanya.

Kehabisan Air Tawar

Negara kecil Tuvalu bulan ini menandatangani kesepakatan untuk memberikan warganya hak untuk tinggal di Australia ketika Tanah Air mereka di Pasifik hilang ditelan lautan.

Namun Muizzu mengatakan, Maladewa tidak akan mengikuti langkah itu itu.

"Saya dapat mengatakan dengan tegas bahwa kita tidak perlu membeli tanah atau bahkan menyewa tanah dari negara mana pun," kata Muizzu.

Tanggul laut akan memastikan kawasan berisiko dapat "dikategorikan sebagai pulau yang aman", katanya.

Namun 80 persen wilayah Maladewa berada kurang dari satu meter di atas permukaan laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

20 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

20 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

20 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.