Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Javier Milei: Argentina Tidak Akan Bergabung dengan BRICS

📅 Selasa, 21 Nov 2023, 15:17 WIB | Oleh:
Javier Milei: Argentina Tidak Akan Bergabung dengan BRICS Doc: AFP/GETTY IMAGES/LUIS ROBAYO
Ket. Presiden Argentina yang baru, Javier Milei.

JAKARTA - Argentina tidak berencana menjadi anggota BRICS pada 1 Januari, kata Diana Mondino, penasihat ekonomi senior presiden terpilih Javier Milei kepada Sputnik Brazil yang dikutip RT, Senin (20/11).

Pada Agustus lalu, BRICS setuju memperluas keanggotaannya ke Argentina, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Saat ini aliansi tersebut terdiri dari Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.

"Saya tidak tahu mengapa ada begitu banyak minat terhadap BRICS," kata Mondino. Ia mengatakan tak jelas bagaimana BRICS akan menguntungkan Argentina.

Calon menteri luar negeri Argentina ini juga mengatakan pemerintah negaranya akan"menganalisis"apakah bergabung dengan organisasi tersebut menjanjikan keuntungan.

Milei, yang mengalahkan Menteri Ekonomi Sergio Massa dalam pemilihan presiden hari Minggu, sebelumnya menyuarakan penolakannya untuk bergabung dengan BRICS. Ia juga menyatakan keengganannya mendukung hubungan ekonomi dengan Tiongkok dan Brazil. Ia akan berupaya mencapai pemulihan hubungan ekonomi dengan AS dan Israel.

"Saya tidak akan mendorong kesepakatan dengan komunis karena mereka tidak menghormati parameter dasar perdagangan bebas, kebebasan, dan demokrasi; ini soal geopolitik," kata Milei, Agustus lalu. "Beberapa negara tidak sejalan dengan hal tersebut," katanya.

Pada saat yang sama, dia berjanji tidak akan mencampuri urusan negara yang berurusan dengan negara-negara BRICS. Dia juga berjanji akan "mendolarisasi" perekonomian Argentina.

Presiden sebelumnya, Alberto Fernandez, memandang BRICS sebagai peluang untuk membuka "skenario baru" bagi Argentina.

Negara Amerika Selatan ini saat ini sedang berjuang menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Inflasi melonjak 60 persen selama setahun terakhir. Peso yang sangat terdevaluasi memaksa pemerintah negara tersebut untuk membiayai kembali utangnya sebesar 44 miliar dolar AS kepada IMF.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.