Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Impor Beras Jelang Pemilu Berpotensi Jadi Ajang Korupsi

📅 Senin, 20 Nov 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Impor yang dilakukan tanpa memperhatikan data potensi produksi petani bahkan bisa merugikan petani menjadi tanda pengabaian hak-hak petani, yang dilindungi di UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (Perlintan)," tegas Qomar.

Setiap kali impor, harga turun, sampai ditingkat harga yang merugikan petani. "Impor membuat petani tidak semangat untuk produksi," tandas Qomar.

Secara terpisah, Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, mengatakan sangat penting bagi pemerintah meninjau kembali kebijakan rencana impor beras. Pemerintah seharusnya berpihak pada petani.

Stabilisasi harga beras tidak harus ditempuh dengan jalan mengimpor beras terus membuat pasar murah agar harga di pasar/konsumen turun. "Naiknya harga beras di pasar, selain soal ketersediaan barang, juga mata rantai distribusi yang panjang, permainan para tengkulak, dan lain sebagainya," papar Badiul.

Saat ini, lanjutnya, memasuki musim penghujan artinya sebagian daerah memasuki musim tanam. Pada saat yang sama, pemerintah semestinya fokus membantu petani mulai penyediaan benih, pupuk, dan teknologi tepat guna untuk menaikkan produksi beras petani.

Jika melihat data kerangka sampel area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) luas panen padi pada 2023 diperkirakan 10,20 juta hektare dengan produksi 53,63 juta ton gabah kering giling (GKG) atau jika dikonversi ke beras setara 30,90 juta ton beras, sedangkan pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sekitar 30,90 juta ton.

"Jika kita tilik ke belakang, impor beras ini memiliki potensi korupsi, salah satu penyebabnya misalnya soal data, sehingga perlu pengawasan yang ekstra ketat, termasuk ketika penentuan kuota impor. Terlebih kenaikan jumlah impornya signifikan dari 3,5 juta ton menjadi lima juta ton," tegas Badiul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.