Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BP2MI Dorong Pembentukan Dana Abadi bagi Pekerja Migran

📅 Sabtu, 18 Nov 2023, 11:56 WIB | Oleh: Tim Redaksi
BP2MI Dorong Pembentukan Dana Abadi bagi Pekerja Migran Doc: Istimewa
Ket. Kepala BP2MI mendorong terbentuknya dana abadi bagi PMI dalam acara Gatra Awards di Jakarta, Jumat (17/11) .

JAKARTA - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) tengah berpaya untuk membuat dana abadi bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Melalui dana abadi, kesehatan kesejahteraan hingga pendidikan keluarga PMI lebih terjamin.

"Kami ingin ke depan pekerja migran Indonesia memiliki dana abadi. Jadi kalau ada pekerja migran Indonesia yang sakit, meninggal, ingin mengembangkan bisnis, hingga pendidikan anak bisa difasilitasi dari dana abadi," ujar Kepala BP2MI Benny Rhamdani ditemui usai menerima penghargaan Gatra Awards 2023 di Jakarta, Jumat (17/11).

Benny mengharapkan melalui dana abadi pekerja migran, masa depan mereka dapat lebih terjamin.

Menurutnya, negara dapat menyisihkan sebagian devisa yang diperoleh dari pekerja migran untuk dana abadi, mengingat mereka merupakan penyumbang terbesar devisa kedua di Indonesia dengan angka Rp159,6 triliun per tahun.

"Mudah-mudahan ini bisa direspons positif, termasuk dukungan politik dari parlemen," ucapnya menambahkan.

Selain dana abadi, lembaga yang dipimpin Benny juga mendorong penyediaan rumah subsidi bagi PMI. Tujuannya agar PMI dan keluarganya bisa tinggal di rumah layak.

Benny juga mengajak seluruh pihak untuk memerangi sindikat penempatan pekerja migran ilegal maupun Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Ia mengatakan, upaya melawan TPPO memang tidak mudah, karena pelaku TPPO banyak dibekingi oleh oknum aparat dan pejabat pemerintah. Dalam kurang lebih tiga tahun menjabat sebagai pimpinan BP2MI, ia bekerja keras untuk melawan TPPO.

"Dalam tiga tahun terakhir saya memimpin BP2MI, 106 ribu pekerja migran Indonesia dideportasi dari negara-negara penempatan, 2.400 yang kembali ke Tanah Air dalam peti jenazah, kembali dalam keadaan sakit, cacat secara fisik, hilang ingatan, depresi ringan, dan depresi berat," ungkapnya.

Dia berharap, kasus TPPO semakin berkurang dan PMI lebih memilih keberangkatan secara formal ke luar negeri agar bisa dikontrol oleh negara dan terjamin keselamatannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.