Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pejabat Pemerintah Diminta Tidak Jadi Pemicu Bencana dan Prahara Pangan

📅 Jumat, 17 Nov 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dihubungi terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan tidak dimanfatkannya lahan subur itu karena tidak ada good will (kemauan baik) dari pemerintah untuk menghentikan impor.

Pemerintah, katanya, harus memperhatikan empat faktor kalau ingin menggapai swasembada pangan.

Pertama, menciptakan kondisi iklim yang kondusif untuk memproduksi beras, seperti tersedia pupuk, sarpras lainnya. Kedua, menciptakan akses pemasaran sehingga petani bisa menjual hasil produknya ke konsumen bukan ke tengkulak.

Ketiga, mendorong tercapainya produksi sehingga bisa swasembada pangan, misalnya dengan mengadakan sekolah lapangan untuk petani sehingga petani punya pengetahuan yang cukup untuk bercocok tanam yang baik.

Keempat, alternatif livelihood. Artinya, mendorong petani punya pekerjaan sampingan karena petani yang survive adalah petani yang punya tambahan pendapatan sehingga dia bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dari pekerjaan itu, sedangkan hasil panennya bisa dijual dan ditabung.

Kalau petani tidak punya pekerjaan sampingan, biasanya mereka akan terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kemudian, pada saat panen akan dijual ke tengkulak yang kasih utang sebelumnya ke dia sehingga harganya pun bisa dipermainkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.