Junta Serang Kota di Rakhine
📅 Jumat, 17 Nov 2023, 02:50 WIB | Oleh: Tim PenulisSementara itu pada Rabu (15/11), Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan bahwa ia sangat prihatin atas meluasnya konflik di Myanmar, yang dipicu oleh serangan yang dilancarkan oleh kelompok bersenjata etnis minoritas bulan lalu.
"Sekjen Guterres sangat prihatin dengan meluasnya konflik di sebagian besar negara yang menurut PBB telah menyebabkan lebih dari 200.000 orang mengungsi," kata juru bicara Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.
Pertempuran telah berkecamuk sejak 27 Oktober setelah Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA), Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA) dan Tentara Arakan (AA) melancarkan serangan terhadap militer di dekat perbatasan utara dengan Tiongkok.
Selain serangan baru terhadap militer di Negara Bagian Rakhine barat oleh AA, pekan ini pun pejuang antijunta di Negara Bagian Kayah di perbatasan Thailand telah melakukan penyerangan terhadap pasukan junta militer di dekat ibu kota negara bagian, Loikaw.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB yang mengutip laporan awal dari lapangan, setidaknya sudah 75 warga sipil termasuk anak-anak tewas dan 94 orang terluka dalam pertempuran itu. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!