Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rehabilitasi Hutan Harus Libatkan Masyarakat

📅 Rabu, 15 Nov 2023, 23:13 WIB | Oleh:
Rehabilitasi Hutan Harus Libatkan Masyarakat Doc: antara

Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Yanto Santosa mengatakan bahwa pemerintah harus melibatkan masyarakat dalam merehabilitasi hutan, yakni dengan menanam tanaman yang secara ekologis bagus, sekaligus menguntungkan secara ekonomi.

"Saya menyarankan agar hutan-hutan yang rusak dikavling-kavling, jadikan sebagai lahan usaha masyarakat sekitarnya," kata Yanto kepada ANTARA saat dihubungi dari Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan bahwa kawasan hutan tetap boleh ditanami dengan sawit seluas 60-70 persen dari luas lahan. Lahan yang tersisa dapat ditanami dengan pohon yang asri dan unggulan setempat.

"Contohnya di Sulawesi pohon kayu hitam, pohon meranti di Kalimantan, dan lain sebagainya," ucap Yanto.



Yanto menekankan bahwa sawit tetap harus dicampur dengan tanaman hutan lainnya, sehingga tidak terjadi monokultur. Selain itu, campuran dengan tanaman hutan lainnya juga bertujuan untuk melestarikan tanaman-tanaman unggulan atau tanaman-tanaman asri setempat.

Dengan demikian, ujar Yanto melanjutkan, akan terbentuk wanatani atauagroforestry.

"Artinya, selain tanaman kayu, ada hasil yang bisa diambil setiap bulan," ucap dia.

Yanto mengungkapkan, berdasarkan sejumlah penelitian yang ia lakukan, keterlibatan masyarakat dapat dipancing oleh motivasi ekonomi.

"Saya sudah penelitian di mana-mana tentang masyarakat, simpulan saya, masalah ekonomi adalahdriverutama," kata Yanto.

Oleh karena itu, Yanto mengatakanagroforestrymerupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan oleh pemerintah untuk melibatkan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan hutan. Masyarakat dapat memetik dan menjual hasil panen tanaman sawit setiap bulan sembari menjaga kelestarian hutan kayu.

"Maka tidak akan ada kebakaran, karenaditungguinhutannya. Kayunya juga akan terjaga karena masyarakat mengunjungi sambilnengoksawitnya," kata Yanto.

Yanto juga memberi alternatif tanaman bernilai ekonomis yang dapat mengganti sawit, seperti pohon aren atau karet.

"Tetapi, saat ini, harus diakui bahwa tanaman palma yang bagus karena hasilnya dan dibeli dengan wajar," ucap Yanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Akses permodalan UMKM melalui KUR

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

56 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.