Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asosiasi Pelabuhan ASEAN bahas Sistem Maritim Tunggal di Asia Tenggara

📅 Selasa, 14 Nov 2023, 16:56 WIB | Oleh:
Asosiasi Pelabuhan ASEAN bahas Sistem Maritim Tunggal di Asia Tenggara Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Arsip foto - Proses bongkar muatan kapal di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (4/8).

BALI - Pertemuan Asosiasi Pelabuhan ASEAN (APA) ke-47 di Bali membahas sistem maritim tunggal untuk mendukung konektivitas dan penurunan biaya logistik di kawasan Asia Tenggara.

"Kami menargetkan untuk membangun ekosistem yakni ASEAN Maritime Single Window," kata Ketua APA ke-47 Bui Van Quy di sela pertemuan operator pelabuhan ASEAN di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa.

Ia menjelaskan sistem maritim tunggal di ASEAN itu menjadi salah satu topik pembahasan pada pertemuan 14-17 November 2023 itu untuk menurunkan biaya logistik yang dikeluarkan oleh pengguna jasa kepelabuhanan.

Ekosistem itu, kata dia, mengedepankan digitalisasi yang memberikan efisiensi sekaligus melindungi lingkungan guna mendukung penurunan emisi karbon.

"Jadi digitalisasi dan ekosistem itu berkaitan langsung. Kami bisa menghemat cara kerja, waktu, dan efisiensi yang tinggi untuk rantai pasok jadi semua akan mendapat keuntungan dari konektivitas modern dan digitalisasi," katanya.

Meski secara umum, Bui belum memberikan detail biaya logistik rata-rata di ASEAN, namun biaya tersebut berkaitan langsung dengan budaya operasional di masing-masing pelabuhan di negara ASEAN.

"Biaya logistik bisa menurun jika membangun pelabuhan yang seluruhnya beroperasi secara otomatis dibandingkan pelabuhan konvensional yang memakan biaya tinggi," katanya.

Sementara itu, data Indeks Performa Logistik (LPI) 2023 oleh Bank Dunia menempatkan Indonesia berada di peringkat ke-61 dengan skor total 3,0.

Vietnam dan Filipina berada di peringkat lebih baik yakni ke-43 dengan skor sama 3,3.

Thailand berada di peringkat 34 dengan skor total 3,5, Malaysia di peringkat ke-26 dengan skor 3,6 dan Singapura berada di peringkat pertama dengan skor total 4,3.

Dibandingkan LPI 2018, Indonesia berada di peringkat ke-46 dengan skor total 3,15.

Sementara itu, Kementerian Keuangan mencatat biaya logistik Indonesia mencapai 23,5 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Angka itu lebih tinggi dibandingkan biaya logistik di negara ASEAN seperti Malaysia mencapai 13 persen dari PDB.

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Pelindo Ihsanuddin Usman menyebutkan pihaknya memperpendek waktu sandar (port stay) dan masa tinggal kontainer di terminal (cargo stay) dengan menyatukan sistem pelayanan dan pembayaran melalui aplikasi digital untuk efisiensi operasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.