Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Besar ITS Suarakan Pengembangan Alutsista Ramah Lingkungan

📅 Senin, 13 Nov 2023, 13:57 WIB | Oleh:
Guru Besar ITS Suarakan Pengembangan Alutsista Ramah Lingkungan Doc: Istimewa
Ket. Agoes Santoso di samping tank milik TNI-AL yang merupakan salah satu produk alutsista pertahanan Indonesia.

SURABAYA - Dalam era tuntutan teknologi yang ramah lingkungan, Guru Besar ke-170 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Agoes Santoso MSc mengoptimalisasikan peran kampus dalam industri pertahanan. Yakni dengan mendorong peran kampus sebagai pilar keempat dalam pengembangan industri pertahanan nasional yang berwawasan lingkungan.

Agoes mengungkapkan bahwa kampus teknik di Indonesia harus menunjukkan kompetensi tinggi dalam pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) di tengah gempuran teknologi ramah lingkungan. "Saat ini, kampus tidak hanya berperan sebagai forum teoritis, tetapi juga menjadi pusat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan produk teknologi unggulan," tutur dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ini, lewat keterangan tertulis, Senin (13/11).

Menurut Agoes, pendekatan untuk memenuhi tuntutan alutsista yang ramah lingkungan saat ini berkembang ke dua arah, yaitu menurunkan tingkat polusi dan meningkatkan efisiensi. "Dalam konteks kemaritiman, peningkatan efisiensi motor bakar dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan mengurangi polusi udara," imbuhnya.

Dosen asal Tulungagung ini berpendapat, ITS telah mempertimbangkan solusi yang tidak hanya fokus pada efisiensi, tetapi juga kelestarian sumber daya dan pengelolaan dampak lingkungan. Hal ini mencakup keragaman sumber daya, penurunan konsumsi, peningkatan efisiensi, dan manajemen risiko yang lebih baik. "Penurunan emisi gas buang di kapal menjadi salah satu aspek yang diatur oleh pemerintah Indonesia sebagai anggota International Maritime Organization (IMO)," jelasnya.

Salah satu solusinya adalah mengembangkan alutsista yang mempertimbangkan dampak lingkungan. Konsep ini dapat membantu mengurangi dampak polusi di tingkat nasional, bahkan global. "Ini adalah tantangan besar yang mendorong kampus teknik untuk mengembangkan teknologi militer yang ramah lingkungan tanpa mengorbankan performa," tegas alumnus S1 Teknik Permesinan Kapal ITS itu.

Selain itu, Agoes menyebutkan gagasan untuk mengintegrasikan perguruan tinggi sebagai pilar keempat dalam industri pertahanan nasional. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan alutsista berwawasan lingkungan. Keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan militer diharapkan tidak hanya memberikan manfaat teknis, tetapi juga manfaat finansial dan kontribusi terhadap kedaulatan negara.

Selanjutnya, Agoes menekankan bahwa perguruan tinggi juga harus memahami bahwa industri pertahanan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Penelitian harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. "Inovasi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), otomatisasi terintegrasi, Big Data, dan sumber daya terbarukan harus menjadi perhatian utama," jelasnya.

Terakhir, alumnus S3 Teknik Kelautan ITS itu menegaskan bahwa kampus teknik harus mengambil langkah progresif dalam menggabungkan inovasi teknologi dengan kelestarian lingkungan. "Melalui komitmen ini, perguruan tinggi sebagai pilar keempat industri pertahanan nasional memiliki potensi untuk memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkan alutsista yang ramah lingkungan," tandasnya mengingatkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.