Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Daur Ulang Sampah Kantong Plastik, Berdayakan Keluarga Prasejahtera di Pesisir Makassar

📅 Minggu, 12 Nov 2023, 14:22 WIB | Oleh:

"Apalagi background saya sebagai Sarjana Hukum dan lama berprofesi sebagai jurnalis, sekarang harus jadi penjual tas. Cuma saya selalu berkomitmen bahwa kalau tidak menggadaikan sesuatu, kita tidak akan menghasilkan sesuatu. Kita berani dulu at least, kita sudah coba cari pondasinya, tinggal berjuang dan menunggu hasilnya sukses atau tidak," kata Akmal bersemangat.

Dengan pembekalan soft skill development tentang bisnis di Komunitas Kejar Mimpi, Akmal terus membangun bisnis sosial yang berbasis kepedulian pada lingkungan dan masyarakat pesisir.

Brand Dikenal Dunia

Akmal percaya, bisnis daur ulang itu harus sustainable. Maka, sangat penting untuk membenahi desain produk agar tampilan produknya lebih dinamis sehingga tetap diterima pasar.

"Untuk desain, learning by process, dari situ saya belajar ternyata, apa yang bisa kita lakukan bisa lebih dari yang kita pikirkan. Ketika kita mau belajar pasti dapat sesuatu yang lebih, utamanya ilmu," katanya.

Selain desain, dia terus melakukan market research dan memperluas pemasarannya, baik melalui kanal distribusi digital (on line) maupun off line. Produk Rappo kini dipasarkan di dua e-commerce yaitu Tokopedia dan Shopee, sedangkan toko offline dibuka di beberapa kota besar seperti, Jakarta, Bali dan Makassar.

Selain di Makassar, Rappo pun kini membuka cabang produksi di Depok sehingga distribusi produknya sudah menjangkau seluruh Indonesia, bahkan sekarang sudah mulai merambah pasar negara tetangga setelah menerima permintaan dari rekanannya di Malaysia dan Singapura.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Kita target ke depan memperluas pasar bukan hanya di Indonesia karena kita mau sebagai produk lokal yang mindset tidak lokal lagi, tetapi jadi brand nasional yang mendunia," katanya.

Dalam sebulan, Rappo khusus untuk area Makassar sudah mampu memproduksi 2.150 buah tas dengan 17 jenis produk semuanya dari daur ulang.

Seiring dengan kemajuan usaha Rappo, karyawan di bisang keuangan dan marketingnya di Makassar dan Depok sudah mencapai 20 orang anak muda. Sedangkan, penjahit yang sudah dilatih menjadi mitra atau beneficearis sebanyak 13 kaum perempuan di Makassar dan 12 orang di Depok atau total 25 mitra.

"Mitra di Makassar itu berbeda dengan Depok. Rappo kan komitmennya memberdayakan para perempuan. Di Makassar karakteristiknya pada perempuan prasejahtera di kawasan pesisir. Kalau di Depok, perempuan urban prasejahtera, jadi memang mereka di permukiman pra sejahtera, jelas Akmal.

Selain mitra, pemberdayaan kaum perempuan pesisir di Makassar juga dilibatkan saat pengumpulan bahan baku sampah kantong plastik. Dalam pengumpulannya ada tiga macam yaitu donasi kantong plastik, kemudian tukar kantong plastik dan terakhir mengumpulkan langsung sampah ke usaha-usaha laundry.

Untuk tukar kantong plastik itu, ibu-ibu yang mengumpulkan akan diberi poin dan akumulasi poin itu bisa ditukar dengan kebutuhan sehari-hari. Jumlahnya pun mencapai puluhan orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.