Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pagoda Sembilan Lantai di Pulau Kemaro

📅 Sabtu, 11 Nov 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Pagoda Sembilan Lantai di Pulau Kemaro Doc: Wikimedia

Sungai Musi sudah dikenal luas sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Sungai dengan panjang 720 kilometer ini melintasi dua wilayah provinsi yaitu mulai dari Bukit Kelam di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu dan hingga Selat Bangka, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.

Di Palembang, sungai ini membelah kota menjadi dua yaitu yang disebut Seberang Ilir di utara, dan Seberang Ulu di selatan. Kedua bagian tersebut dihubungkan oleh Jembatan Ampera yang merupakan ikon Palembang, ditambah dengan tiga jembatan lainnya.

Sungai Musi telah menjadi salah satu ikon dari Kota Palembang. Di sepanjang sungai ini bukan hanya terdapat Benteng Kuto Besak yang megah, namun beberapa destinasi wisata lainnya seperti Pulau Kemaro, Kampung Kapitan, beberapa tempat kuliner khas.

Pulau Kemaro berada pada jarak 6 kilometer dari Jembatan Ampera. Pulau tersebut terletak di daerah industri yaitu di antara Pabrik Pupuk Sriwijaya dan Pertamina Plaju serta Sungai Gerong. Letaknya agak ke timur dari pusat Kota Palembang, dengan alamat di 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang.

Luas Pulau Kemaro mencapai 79 hektare dengan ketinggian maksimum 5 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pulau yang telah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya ini meski hanya berupa delta, tidak pernah tenggelam saat aliran sungai sedang tinggi.

Selain kelebihan tersebut, Pulau Kemaro merupakan perpaduan budaya masyarakat Tionghoa serta adat istiadat dan kehidupan asli masyarakat Palembang. Daya tarik wisata sejarah yang ada di pulau ini adalah adanya peninggalan-peninggalan sejarah berupa pagoda berlantai 9, makam putri Sriwijaya, Klenteng Hok Tjing Rio, Kuil Buddha, pertunjukkan kesenian, dan ritual keagamaan khususnya yang dilakukan oleh umat Tridharma.

Yang paling menonjol diantaranya adalah pagoda berlantai 9 dengan tinggi 45 meter. Bangunan ini akan langsung terlihat dari arah hulu karena posisinya berada di bagian paling depan. Bangunannya memang baru dibangun pada 2006, namun sejarah pulau ini dengan budaya Tionghoa sudah ada sejak lama.

Sejarah peninggalan budaya Tiongkok di Pulau Kemaro erat dengan kisah putri dari raja Kerajaan Sriwijaya dan putra raja Kerajaan Tiongkok.

Di pulau ini terdapat sebuah makam putri Palembang bernama Siti Fatimah.

Menurut legenda setempat yang tertulis di sebuah batu di samping Klenteng Hok Tjing Bio, pada zaman dahulu, datang seorang pangeran dari Negeri Tiongkok, bernama Tan Bun An yang datang untuk berdagang. Ketika ia meminta izin ke Raja Palembang untuk menjalankan bisnisnya, ia bertemu dengan putri raja yang bernama Siti Fatimah. Kontan saja ia langsung jatuh hati pada pandangan pertama. Cintanya dibalas oleh Siti Fatimah yang juga mencintainya. Singkat cerita mereka pun akhirnya naik pelaminan.

Setelah itu Tan Bun An mengajak sang Siti Fatimah ke daratan Tiongkok untuk mengunjungi orang tuanya. Setelah beberapa waktu, mereka kembali ke Palembang. Bersama mereka disertakan pula tujuh guci yang berisi emas. Sesampai di muara Sungai Musi, Tan Bun An ingin mendapat hadiah emas di dalam guci-guci tersebut.

Tetapi alangkah kagetnya karena yang dilihat adalah hanya sayuran sawi-sawi asin. Tanpa berpikir panjang ia membuang guci-guci tersebut ke laut. Tetapi guci terakhir terjatuh di atas dek dan pecah. Alangkah kagetnya ia ternyata di dalamnya berisi emas.

Tanpa berpikir panjang lagi ia terjun ke dalam sungai untuk mengambil emas-emas dalam guci yang sudah dibuangnya. Seorang pengawalnya juga ikut terjun untuk membantu. Celakanya keduanya tidak kunjung muncul.

Setelah menunggu, Tan Bun An tidak kembali muncul ke permukaan, Siti Fatimah berusaha menolong dengan terjun juga ke Sungai Musi. Namun akhirnya ia turut hanyut juga. Untuk mengenang ketiganya dibangunlah sebuah kuil dan makam untuk ketiga orang tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.