Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Prihatin Atas Pertempuran Sengit di Perbatasan

📅 Rabu, 08 Nov 2023, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Prihatin Atas Pertempuran Sengit di Perbatasan Doc: MyanmarNow/Shwe Phee Myay News
Ket. Pengungsi Myanmar I Warga antre untuk mendapatkan air bersih di sebuah kamp pengungsi di wilayah konflik di Negara Bagian Shan utara beberapa waktu lalu. Pada Senin (6/11) PBB menyatakan prihatin atas situasi konflik di Myanmar utara yang telah membuat lebih dari 30.000 orang mengungsi.

NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (6/11) menyatakan keprihatinannya atas terjadinya pertempuran sengit antara tentara dan aliansi kelompok etnis minoritas di Myanmar utara, yang telah menyebabkan korban sipil dan membuat lebih dari 30.000 orang mengungsi.

"Kami khawatir dengan pertempuran sengit, khususnya di Negara Bagian Shan di bagian utara negara itu, dengan laporan adanya serangan udara yang menyebabkan korban sipil dan puluhan ribu orang menjadi pengungsi internal," kata Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB.

"Rekan-rekan tim kemanusiaan kami memberitahu bahwa sejak 26 Oktober hampir 33.000 pria, perempuan, dan anak-anak telah mengungsi," imbuh dia seraya mengatakan bahwa Sekjen PBB, Antonio Guterres, menegaskan bahwa warga sipil harus dilindungi dan menyerukan akses tanpa hambatan terhadap bantuan kemanusiaan.

Pertempuran meningkat pekan lalu di sebagian besar wilayah Negara Bagian Shan, dekat perbatasan Tiongkok. Pertempuran tersebut merupakan ancaman yang tidak terduga oleh tentara junta sejak mereka melancarkan kudeta terhadap Aung San Suu Kyi pada tahun 2021.

Seruan Gencatan Senjata

Sementara itu Tiongkok pada Selasa (7/11) mengkonfirmasi adanya korban jiwa di Tiongkok setelah kelompok etnis bersenjata yang melawan junta Myanmar merebut posko-posko militer terdepan di sepanjang perbatasan dengan Tiongkok di utara negara itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, tidak mengatakan apakah warga Tiongkok itu terbunuh atau terluka, atau di mana tepatnya insiden itu terjadi.

Media lokal di Myanmar pada Sabtu lalu melaporkan bahwa satu warga Tiongkok tewas, dan dua lainnya terluka setelah militer menembaki Kota Laiza, sebuah kota yang merupakan markas besar bagi kelompok etnis bersenjata Tentara Kemerdekaan Kachin. Laporan media lokal itu juga mengatakan satu peluru telah mendarat di sisi perbatasan Tiongkok.

Pada Selasa, Wang mengatakan bahwa Beijing telah menyatakan ketidakpuasan yang kuat terhadap meningkatnya konflik bersenjata dan jatuhnya korban pada warga Tiongkok.

"Tiongkok telah mengajukan protes serius kepada pihak-pihak terkait dan sangat memperhatikan situasi konflik di Myanmar utara," ucap Wang. "Tiongkok sekali lagi menuntut agar semua pihak yang terlibat konflik di Myanmar utara segera melakukan gencatan senjata," imbuh dia seraya mengatakan kedua belah pihak yang bertikai di Myanmar harus mengambil langkah-langkah realistis untuk mencegah terulangnya insiden yang membahayakan nyawa dan harta benda di wilayah perbatasan Tiongkok. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.